<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Persahabatan antara Pria dan Wanita.. Mungkinkah?</title>
	<atom:link href="http://davidibrahim.blog.friendster.com/2005/11/persahabatan-antara-pria-dan-wanita-mungkinkah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://davidibrahim.blog.friendster.com/2005/11/persahabatan-antara-pria-dan-wanita-mungkinkah/</link>
	<description>Berpaling sejenak dari hiruk pikuk aktivitas rutin Anda... Atau melewati sore dan malam yang dingin dengan secangkir kopi hangat di tangan, sembari menikmati tulisan-tulisan berikut.. Kita akan menyelam bersama-sama.. membuang pikiran penat di dasar danau.. lalu muncul lagi ke permukaan dengan keadaan yang segar..</description>
	<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 09:06:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: davidibrahim</title>
		<link>http://davidibrahim.blog.friendster.com/2005/11/persahabatan-antara-pria-dan-wanita-mungkinkah/#comment-3879</link>
		<dc:creator>davidibrahim</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 19:34:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://davidibrahim.blog.friendster.com/2005/11/persahabatan-antara-pria-dan-wanita-mungkinkah/#comment-3879</guid>
		<description>Terima kasih Teru buat komentarnya... Saya nangkep apa yang Teru maksud... Tapi persahabatan yang sebenarnya selalu memberi kebebasan buat mereka yang menjalani... Kalau dari awal udah diset harus begini harus begitu, ngga boleh begini ngga boleh begitu, bukannya malah jadi kerasa membebani..?
Kalau saya sih, tapi ini pendapat saya aja, belum tentu orang lain berpikiran sama, saya suka yang natural-natural aja... kalau memang bisa berteman, ya jalani.. kalau jadi sahabat ya syukur... kalau salah satu jatuh hati, ya kasih tau aja ke sahabatnya... kalo jadian, ya seneng... kalo nantinya jadi renggang, ya itu risiko... mungkin solusi sementaranya begitu, kan belum tentu selamanya juga bakal renggang... atau bisa jadi selamanya... memang kerasa ngga enak... terutama kalo pikiran difokusin ke hanya masalah itu aja... tapi kalau mau lihat big picture kehidupan, bisa jadi itu adalah jalan supaya kita terbuka terhadap kemungkinan lain... 
Sekali lagi ini pendapat saya aja... bukan berarti setiap orang harus begini juga.. bebas bebas aja... :-)

Jeane.... He he... salut, elo masih bersiteguh pada pendirian.. he he... Gua setuju Jeane, pertama memang mungkin definisi kita tentang persahabatan ngga bener2 sama... Berangkat dari situ, cerita selanjutnya wajar bisa jadi lain... atau mungkin definisi kita tentang persahabatan itu sama... cuma kita berpendapat lain.. he he he... which makes it more beautiful...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih Teru buat komentarnya&#8230; Saya nangkep apa yang Teru maksud&#8230; Tapi persahabatan yang sebenarnya selalu memberi kebebasan buat mereka yang menjalani&#8230; Kalau dari awal udah diset harus begini harus begitu, ngga boleh begini ngga boleh begitu, bukannya malah jadi kerasa membebani..?<br />
Kalau saya sih, tapi ini pendapat saya aja, belum tentu orang lain berpikiran sama, saya suka yang natural-natural aja&#8230; kalau memang bisa berteman, ya jalani.. kalau jadi sahabat ya syukur&#8230; kalau salah satu jatuh hati, ya kasih tau aja ke sahabatnya&#8230; kalo jadian, ya seneng&#8230; kalo nantinya jadi renggang, ya itu risiko&#8230; mungkin solusi sementaranya begitu, kan belum tentu selamanya juga bakal renggang&#8230; atau bisa jadi selamanya&#8230; memang kerasa ngga enak&#8230; terutama kalo pikiran difokusin ke hanya masalah itu aja&#8230; tapi kalau mau lihat big picture kehidupan, bisa jadi itu adalah jalan supaya kita terbuka terhadap kemungkinan lain&#8230;<br />
Sekali lagi ini pendapat saya aja&#8230; bukan berarti setiap orang harus begini juga.. bebas bebas aja&#8230; <img src='http://davidibrahim.blog.friendster.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
Jeane&#8230;. He he&#8230; salut, elo masih bersiteguh pada pendirian.. he he&#8230; Gua setuju Jeane, pertama memang mungkin definisi kita tentang persahabatan ngga bener2 sama&#8230; Berangkat dari situ, cerita selanjutnya wajar bisa jadi lain&#8230; atau mungkin definisi kita tentang persahabatan itu sama&#8230; cuma kita berpendapat lain.. he he he&#8230; which makes it more beautiful&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mute-soliloquy</title>
		<link>http://davidibrahim.blog.friendster.com/2005/11/persahabatan-antara-pria-dan-wanita-mungkinkah/#comment-3876</link>
		<dc:creator>mute-soliloquy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 10:52:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://davidibrahim.blog.friendster.com/2005/11/persahabatan-antara-pria-dan-wanita-mungkinkah/#comment-3876</guid>
		<description>gw inget pernah ikutan ngasi komentar di posting ini. dec 2005, cukup lama juga. strange enough, gw masih stick dg pendapat gw 3 taon lalu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gw inget pernah ikutan ngasi komentar di posting ini. dec 2005, cukup lama juga. strange enough, gw masih stick dg pendapat gw 3 taon lalu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Teru</title>
		<link>http://davidibrahim.blog.friendster.com/2005/11/persahabatan-antara-pria-dan-wanita-mungkinkah/#comment-3874</link>
		<dc:creator>Teru</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 06:02:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://davidibrahim.blog.friendster.com/2005/11/persahabatan-antara-pria-dan-wanita-mungkinkah/#comment-3874</guid>
		<description>Hmm..persahabatan antara pria dan wanita sih mungkin-mungkin aja (why not gitu) menurut gw, asalkan dr awal uda ada komitmen dan kesepakatan bahwa hubungan itu tidak lebih dari jalur itu. Nah qta mmg tidak pernah tau kapan cinta itu datang kan. Ketika si cinta ataw plg ga si rasa suka itu mulai menghampiri salah satu dari yg bersahabat itu, harus ada langkah untuk mengatasinya. Apakah menyimpan rasa itu aja dlm hati ataw menyatakan perasaannya ke org bersangkutan. Qta harus peka terhadap tanda-tanda/sinyal-sinyal yg diberikan sahabat qta itu. Dgn melihat tanda-tanda itu, qta tau apakah dy memiliki perasaan yg sama ataw tidak dgn qta. Ada beberapa kasus di skitar gw, ketika cewek cowok bersahabat, lalu ternyata cowok menyukai sang cewek itu dan menyatakan perasaannya. Namun ternyata sang cewek itu tdk memiliki pe rasaan yg sama terhadap cowok. Hubungan keduanya menjadi renggang setelah kejadiannya tersebut. Kan ga enak bgt kalo ky begini kejadiannya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm..persahabatan antara pria dan wanita sih mungkin-mungkin aja (why not gitu) menurut gw, asalkan dr awal uda ada komitmen dan kesepakatan bahwa hubungan itu tidak lebih dari jalur itu. Nah qta mmg tidak pernah tau kapan cinta itu datang kan. Ketika si cinta ataw plg ga si rasa suka itu mulai menghampiri salah satu dari yg bersahabat itu, harus ada langkah untuk mengatasinya. Apakah menyimpan rasa itu aja dlm hati ataw menyatakan perasaannya ke org bersangkutan. Qta harus peka terhadap tanda-tanda/sinyal-sinyal yg diberikan sahabat qta itu. Dgn melihat tanda-tanda itu, qta tau apakah dy memiliki perasaan yg sama ataw tidak dgn qta. Ada beberapa kasus di skitar gw, ketika cewek cowok bersahabat, lalu ternyata cowok menyukai sang cewek itu dan menyatakan perasaannya. Namun ternyata sang cewek itu tdk memiliki pe rasaan yg sama terhadap cowok. Hubungan keduanya menjadi renggang setelah kejadiannya tersebut. Kan ga enak bgt kalo ky begini kejadiannya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: BQ</title>
		<link>http://davidibrahim.blog.friendster.com/2005/11/persahabatan-antara-pria-dan-wanita-mungkinkah/#comment-13</link>
		<dc:creator>BQ</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2005 00:05:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://davidibrahim.blog.friendster.com/2005/11/persahabatan-antara-pria-dan-wanita-mungkinkah/#comment-13</guid>
		<description>hmm.. mungkin aja .. tapi persahabatan sejatinya terbentuk belakangan setelah melalui banyak proses, mungkin dari proses salah satu nya jatuh cinta, salah satunya marah, kaya yang david alamin. I mean setelah going through many things, kalo dia emang tetep bersahabat ama elo dan elo sebaliknya, berarti ya kalian emang bener-bener sahabat sejati.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmm.. mungkin aja .. tapi persahabatan sejatinya terbentuk belakangan setelah melalui banyak proses, mungkin dari proses salah satu nya jatuh cinta, salah satunya marah, kaya yang david alamin. I mean setelah going through many things, kalo dia emang tetep bersahabat ama elo dan elo sebaliknya, berarti ya kalian emang bener-bener sahabat sejati.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: David</title>
		<link>http://davidibrahim.blog.friendster.com/2005/11/persahabatan-antara-pria-dan-wanita-mungkinkah/#comment-12</link>
		<dc:creator>David</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2005 10:42:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://davidibrahim.blog.friendster.com/2005/11/persahabatan-antara-pria-dan-wanita-mungkinkah/#comment-12</guid>
		<description>Sama seperti kamu, saya juga punya standar yang tinggi tentang definisi persahabatan. Tapi yang saya alami dan rasakan sendiri, persahabatan itu ngga pernah bisa dibuatkan satu definisi. Katakan saya punya 2 orang sahabat, dua-duanya laki-laki. Karakter persahabatan saya dengan yang satu tidak sama persis dengan yang satunya lagi. Sampai tingkat tertentu mungkin bisa ditemukan kesamaan. Tapi tetap ada hal-hal, entah itu cerita sedih, gembira, atau waktu untuk bermuram durja, atau "party-time", yang saya dengan mudah share dengan si A, tapi tidak nyaman share dengan si B. Begitu juga sebaliknya. Bahkan dalam bersahabat dengan A pun, hubungan itu tidak statis. Ada waktunya terasa kita tuh attached banget, ada waktunya di mana rasanya dia sama sekali ngga terhubung dengan kehidupan saya. Belum lagi ditambah perbedaan karakter karena perubahan usia. Dulu waktu SMA saya bersahabat dengan cara tiap malam main game komputer sama-sama, curhat-curhatan tentang kecengan masing-masing, berlibur ke gunung sama-sama, saling menolong dalam menghadapi masalah masing-masing yang aneh-aneh. Setelah masuk dunia kerja, lain lagi cerita. Tapi yang bikin beda antara teman dan sahabat, buat saya, adalah walau sebagaimana lama pun kami rasanya tidak "terhubung", pas suatu saat bertemu lagi, semuanya langsung connect lagi.
Saya punya banyak persahabatan dengan cowo yang modelnya seperti ini. Kalau saya coba banding-bandingkan karakter-karakter persahabatan saya, saya tidak pernah berhasil melihat yang satu lebih baik dari yang lain. Semuanya unik. Semuanya ada baiknya. Dan semuanya ada kekurangannya. Saya masih bisa bedakan berteman dan bersahabat. Buat saya, bersahabat artinya ada bagian dari jiwa kita yang kita taruh di dalam diri orang lain, dan sebaliknya.
Kembali ke bahasan persahabatan antara cewe dan cowo.. Saya berani bilang itu bisa dilakukan karena saya punya pengertian seperti yang saya tulis tadi di atas.. Saya tidak menerapkan definisi tunggal persahabatan.. Dan sampai kadar tertentu, saya bisa "taruh" sebagian dari jiwa saya pada diri lawan jenis saya (semoga bisa dicerna bahasa saya yang najis ini) tanpa berinterferensi dengan ketertarikan seksual... Ada kalanya ketertarikan itu muncul, tapi selama itu bisa dikendalikan tidak akan jadi masalah... Saya tidak bilang itu mudah.. Saya ngga punya sahabat cewe banyak.. Sedikit sekali.. Dan seperti saya sebut sebelumnya, persahabatan itu pun dinamis.. Tapi saya tetap yakin bahwa hubungan itu layak disebut persahabatan..
Tentang "kekekalan" persahabatan antara cowo dan cewe, saya rasa itu kembali berbalik ke definisi persahabatan yang kita pegang.. Saya sekali lagi setuju, ketertarikan seksuallah yang akan menggoncang persahabatan... Selama kita bisa mengendalikan diri, menempatkan diri, dan jeli terhadap respons lawan kita, kita berpeluang merasakan indahnya persahabatan dengan lawan jenis, yang mana jarang ada orang yang mempercayai eksistensinya.. :) Memang high risk, karena berpotensi membekaskan luka.. Tapi kalau berhasil menjalani, pasti terasa indah..
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sama seperti kamu, saya juga punya standar yang tinggi tentang definisi persahabatan. Tapi yang saya alami dan rasakan sendiri, persahabatan itu ngga pernah bisa dibuatkan satu definisi. Katakan saya punya 2 orang sahabat, dua-duanya laki-laki. Karakter persahabatan saya dengan yang satu tidak sama persis dengan yang satunya lagi. Sampai tingkat tertentu mungkin bisa ditemukan kesamaan. Tapi tetap ada hal-hal, entah itu cerita sedih, gembira, atau waktu untuk bermuram durja, atau &#8220;party-time&#8221;, yang saya dengan mudah share dengan si A, tapi tidak nyaman share dengan si B. Begitu juga sebaliknya. Bahkan dalam bersahabat dengan A pun, hubungan itu tidak statis. Ada waktunya terasa kita tuh attached banget, ada waktunya di mana rasanya dia sama sekali ngga terhubung dengan kehidupan saya. Belum lagi ditambah perbedaan karakter karena perubahan usia. Dulu waktu SMA saya bersahabat dengan cara tiap malam main game komputer sama-sama, curhat-curhatan tentang kecengan masing-masing, berlibur ke gunung sama-sama, saling menolong dalam menghadapi masalah masing-masing yang aneh-aneh. Setelah masuk dunia kerja, lain lagi cerita. Tapi yang bikin beda antara teman dan sahabat, buat saya, adalah walau sebagaimana lama pun kami rasanya tidak &#8220;terhubung&#8221;, pas suatu saat bertemu lagi, semuanya langsung connect lagi.<br />
Saya punya banyak persahabatan dengan cowo yang modelnya seperti ini. Kalau saya coba banding-bandingkan karakter-karakter persahabatan saya, saya tidak pernah berhasil melihat yang satu lebih baik dari yang lain. Semuanya unik. Semuanya ada baiknya. Dan semuanya ada kekurangannya. Saya masih bisa bedakan berteman dan bersahabat. Buat saya, bersahabat artinya ada bagian dari jiwa kita yang kita taruh di dalam diri orang lain, dan sebaliknya.<br />
Kembali ke bahasan persahabatan antara cewe dan cowo.. Saya berani bilang itu bisa dilakukan karena saya punya pengertian seperti yang saya tulis tadi di atas.. Saya tidak menerapkan definisi tunggal persahabatan.. Dan sampai kadar tertentu, saya bisa &#8220;taruh&#8221; sebagian dari jiwa saya pada diri lawan jenis saya (semoga bisa dicerna bahasa saya yang najis ini) tanpa berinterferensi dengan ketertarikan seksual&#8230; Ada kalanya ketertarikan itu muncul, tapi selama itu bisa dikendalikan tidak akan jadi masalah&#8230; Saya tidak bilang itu mudah.. Saya ngga punya sahabat cewe banyak.. Sedikit sekali.. Dan seperti saya sebut sebelumnya, persahabatan itu pun dinamis.. Tapi saya tetap yakin bahwa hubungan itu layak disebut persahabatan..<br />
Tentang &#8220;kekekalan&#8221; persahabatan antara cowo dan cewe, saya rasa itu kembali berbalik ke definisi persahabatan yang kita pegang.. Saya sekali lagi setuju, ketertarikan seksuallah yang akan menggoncang persahabatan&#8230; Selama kita bisa mengendalikan diri, menempatkan diri, dan jeli terhadap respons lawan kita, kita berpeluang merasakan indahnya persahabatan dengan lawan jenis, yang mana jarang ada orang yang mempercayai eksistensinya.. <img src='http://davidibrahim.blog.friendster.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Memang high risk, karena berpotensi membekaskan luka.. Tapi kalau berhasil menjalani, pasti terasa indah..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: JC</title>
		<link>http://davidibrahim.blog.friendster.com/2005/11/persahabatan-antara-pria-dan-wanita-mungkinkah/#comment-11</link>
		<dc:creator>JC</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2005 07:50:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://davidibrahim.blog.friendster.com/2005/11/persahabatan-antara-pria-dan-wanita-mungkinkah/#comment-11</guid>
		<description>idealnya memang begitu. tapi kalo kita mau realistis...persahabatan cowok dan cewek itu sesungguhnya hal yang terlalu 'WOW'. yang perlu sebenarnya, ada perbedaan yang signifikan antara bersahabat dan berteman. persepsi kita tentang dua hal tersebut perlu disamakan dulu... bagi saya persahabatan itu 'dalam'. ada komitmen di dalamnya.  beda dengan pertemanan biasa. dan komitmen itulah yang biasanya dikhianati (seperti yg terjadi pada kamu dan teman kamu). saya punya 1 sahabat cewek dan punya banyak teman cewek dan cowok. cara saya bersahabat dengan sahabat saya dan berteman dengan teman saya berbeda. dan saya tahu saya saya bisa bersahabat dengan sahabat cewek saya karena selain kami berdua cocok, saya sadar, tidak akan ada kemungkinan kami tak bersahabat lagi karena faktor ketertarikan seksual (kami berdua straight :p). kalopun gag cocok lagi, itu mungkin krn faktor lain. beda ceritanya kalo saya bersahabat dengan cowok (walo sebenarnya hal ini saya hindari), dan bersahabat dengan dia dengan cara yang sama dengan yang saya lakukan dengan sahabat cewek saya. suatu saat dia atau mungkin saya bisa 'berkhianat', meskipun itu cuma di hati saja. jangankan sahabat, beberapa teman cowok saya saja pernah mengkhianati pertemanan kami. persahabatan cewek dan cowok itu sepertinya ditakdirkan untuk tidak kekal. ia seolah-olah 'dikutuk'.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>idealnya memang begitu. tapi kalo kita mau realistis&#8230;persahabatan cowok dan cewek itu sesungguhnya hal yang terlalu &#8216;WOW&#8217;. yang perlu sebenarnya, ada perbedaan yang signifikan antara bersahabat dan berteman. persepsi kita tentang dua hal tersebut perlu disamakan dulu&#8230; bagi saya persahabatan itu &#8216;dalam&#8217;. ada komitmen di dalamnya.  beda dengan pertemanan biasa. dan komitmen itulah yang biasanya dikhianati (seperti yg terjadi pada kamu dan teman kamu). saya punya 1 sahabat cewek dan punya banyak teman cewek dan cowok. cara saya bersahabat dengan sahabat saya dan berteman dengan teman saya berbeda. dan saya tahu saya saya bisa bersahabat dengan sahabat cewek saya karena selain kami berdua cocok, saya sadar, tidak akan ada kemungkinan kami tak bersahabat lagi karena faktor ketertarikan seksual (kami berdua straight :p). kalopun gag cocok lagi, itu mungkin krn faktor lain. beda ceritanya kalo saya bersahabat dengan cowok (walo sebenarnya hal ini saya hindari), dan bersahabat dengan dia dengan cara yang sama dengan yang saya lakukan dengan sahabat cewek saya. suatu saat dia atau mungkin saya bisa &#8216;berkhianat&#8217;, meskipun itu cuma di hati saja. jangankan sahabat, beberapa teman cowok saya saja pernah mengkhianati pertemanan kami. persahabatan cewek dan cowok itu sepertinya ditakdirkan untuk tidak kekal. ia seolah-olah &#8216;dikutuk&#8217;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: David</title>
		<link>http://davidibrahim.blog.friendster.com/2005/11/persahabatan-antara-pria-dan-wanita-mungkinkah/#comment-10</link>
		<dc:creator>David</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2005 05:03:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://davidibrahim.blog.friendster.com/2005/11/persahabatan-antara-pria-dan-wanita-mungkinkah/#comment-10</guid>
		<description>kalau JC berpikir bahwa persahabatan cewe-cowo itu ngga mungkin, saya rasa kamu sedang memandang itu dari sisi sana, yaitu sisi di mana berlaku kenyataan bahwa cewe dan cowo memang diciptakan untuk berinteraksi secara seksual. Sisi lainnya yang kontras dengan itu adalah sisi di mana cewe dan cowo adalah sama-sama manusia, dengan feature dasar yang sama, dan bisa share berbagai hal tanpa interferensi ketertarikan seksual. Poin di mana titik yang disebut "persahabatan" di sini terletak di antaranya. Tapi ngga jelas juga tepatnya di mana. Apakah tepat di tengah-tengah, ataukah lebih condong ke kiri, atau ke kanan. Titik itu harus didefinisikan bersama, bukan hanya oleh satu pihak. Saya setuju, kalau satu pihak saja kemudian merasakan ketertarikan seksual pada yang lainnya, maka itu akan mengacaukan persahabatan. That's exactly titik di mana persahabatan itu jadi tidak mungkin.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau JC berpikir bahwa persahabatan cewe-cowo itu ngga mungkin, saya rasa kamu sedang memandang itu dari sisi sana, yaitu sisi di mana berlaku kenyataan bahwa cewe dan cowo memang diciptakan untuk berinteraksi secara seksual. Sisi lainnya yang kontras dengan itu adalah sisi di mana cewe dan cowo adalah sama-sama manusia, dengan feature dasar yang sama, dan bisa share berbagai hal tanpa interferensi ketertarikan seksual. Poin di mana titik yang disebut &#8220;persahabatan&#8221; di sini terletak di antaranya. Tapi ngga jelas juga tepatnya di mana. Apakah tepat di tengah-tengah, ataukah lebih condong ke kiri, atau ke kanan. Titik itu harus didefinisikan bersama, bukan hanya oleh satu pihak. Saya setuju, kalau satu pihak saja kemudian merasakan ketertarikan seksual pada yang lainnya, maka itu akan mengacaukan persahabatan. That&#8217;s exactly titik di mana persahabatan itu jadi tidak mungkin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: JC</title>
		<link>http://davidibrahim.blog.friendster.com/2005/11/persahabatan-antara-pria-dan-wanita-mungkinkah/#comment-9</link>
		<dc:creator>JC</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2005 11:46:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://davidibrahim.blog.friendster.com/2005/11/persahabatan-antara-pria-dan-wanita-mungkinkah/#comment-9</guid>
		<description>persahabatan cowok cewek? it ain't gonna happen (ini seandainya kita punya definisi yang sama tentang persahabatan yah) mengapa? salah satu pasti akan berkhianat. seperti kamu yang mengkhianati persahabatan kamu dan asri. kalau bicara soal kamu "merelakan orang yang kamu cintai untuk mencintai dan jadi milik orang lain", itu lain cerita. itu bicara soal cinta yang tulus tanpa pamrih. bukan persahabatan. kamu mencampuradukkan keduanya. padahal itu dua hal yang berbeda.

dalam hubungan percintaan pria dan wanita, ada unsur ketertarikan seksual. ini nggak bisa kita pungkiri. adam dan hawa diciptakan bukan untuk berteman tapi untuk meneruskan keturunan. dalam persahabatan, ketertarikan seksual itu tak boleh ada, kalau kamu tak ingin persahabatan itu 'cacat' atau 'rusak'. tak perlu bersahabat dengan kaum hawa. cukup berteman dan bergaul saja dengan mereka ;)

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>persahabatan cowok cewek? it ain&#8217;t gonna happen (ini seandainya kita punya definisi yang sama tentang persahabatan yah) mengapa? salah satu pasti akan berkhianat. seperti kamu yang mengkhianati persahabatan kamu dan asri. kalau bicara soal kamu &#8220;merelakan orang yang kamu cintai untuk mencintai dan jadi milik orang lain&#8221;, itu lain cerita. itu bicara soal cinta yang tulus tanpa pamrih. bukan persahabatan. kamu mencampuradukkan keduanya. padahal itu dua hal yang berbeda.</p>
<p>dalam hubungan percintaan pria dan wanita, ada unsur ketertarikan seksual. ini nggak bisa kita pungkiri. adam dan hawa diciptakan bukan untuk berteman tapi untuk meneruskan keturunan. dalam persahabatan, ketertarikan seksual itu tak boleh ada, kalau kamu tak ingin persahabatan itu &#8216;cacat&#8217; atau &#8216;rusak&#8217;. tak perlu bersahabat dengan kaum hawa. cukup berteman dan bergaul saja dengan mereka <img src='http://davidibrahim.blog.friendster.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
