Ketidakbahagiaan adalah Kebahagiaan Yang Perlu Digali
Bulan Desember buat saya selalu menjadi bulan yang menyenangkan. Kok? Bulan Desember adalah bulan Natal dan rasanya selalu ada kedamaian di bulan ini. Walaupun ada kejadian buruk atau yang kurang menyenangkan, tapi semuanya rasanya larut begitu saja, dikalahkan oleh suasana damai tadi. Tidak peduli apakah isi dompet saya cukup tebal atau pas cekak-cekaknya, perayaan meriah atau sederhana saja, entah dikelilingi teman-teman, keluarga, saudara, sahabat, atau sendirian saja. Selalu ada kedamaian yang saya rasakan.
Suasana itulah yang mendorong saya untuk merefleksikan kehidupan saya selama satu tahun ini. Banyak keberuntungan yang saya alami (saya lebih suka menyebutnya anugerah), banyak keberhasilan yang saya raih, banyak kesempatan yang saya lewatkan, banyak juga kesalahan yang saya lakukan (dan berapa kesempatan untuk pacaran yang kamu lewatkan, David? J). Dalam satu rentang waktu, saya merasa hidup ini seperti mimpi saja. Pernah rasanya tiba-tiba jadi orang superkaya (padahal sebenarnya ngga) dan rasanya bisa mendapatkan apa pun yang saya mau. Semua orang rasanya ingin menyenangkan saya dan mau memenuhi apa yang saya minta, bahkan memberikan apa yang tidak saya minta. Saya dikelilingi orang-orang yang begitu menyenangkan. Kadang kehidupan rasanya begitu exciting dan saya bersemangat sekali menjalaninya. Tapi adakalanya juga saya merasa hanya berjalan di tempat. Kok gini-gini aja. Ngga ada kemajuan. Kadang rasanya sepi, ngga ada teman. Kadang terasa begitu membosankan dan saya ingin agar waktu cepat berlalu dan hari segera berganti. Semoga ada yang lebih menarik di esok hari. Perubahan keadaan-keadaan selama berkali-kali di tahun ini merupakan tantangan bagi saya untuk tetap fokus mengejar impian-impian saya.
Bicara soal impian, ada yang bilang “hidup tanpa punya impian artinya menyia-nyiakan hidup.” Saya setuju. Tapi rupanya dengan mempunyai impian tidak lantas berarti saya tidak menyia-nyiakan hidup. Kadang saya heran sendiri mengingat-ingat diri saya melakukan apa yang saya tahu seharusnya tidak dilakukan. Atau sebaliknya, ketika saya tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan. (Kawan ngobrol saya di Australia pasti akan protes kalau dia baca kalimat-kalimat ini. Dia selalu tidak setuju dengan penggunaan kata harus, karena menentang pilihan bebas). Walau begitu, saya percaya bahwa sebenarnya tidak ada yang sia-sia selama kita mau memperbaiki kesalahan yang pernah kita buat.
Komitmen saya sebagai orang Kristen juga memberikan tantangan berat. Bagi saya, hidup dalam nilai-nilai kekristenan bisa diumpamakan seekor rajawali yang harus hidup dalam tubuh seekor ayam tapi harus tetap berkelakuan seperti rajawali. Mungkin analogi yang terlalu berlebihan, mungkin juga tidak. Saya percaya tantangan seperti ini dialami juga oleh teman-teman yang berkeyakinan lain. Sering sih saya merasa sudah menjadi orang kristen yang baik, tapi ada saja saat-saat di mana saya sadar bahwa saya sama sekali mengecewakan Tuhan. Bahkan di tahun ini, saya bukan saja pernah menjauh dari Dia, tapi benar-benar memusuhi-Nya. Bukan tindakan yang bijaksana memang, tapi itu pernah saya lakukan. Syukurlah Pencipta kita memang Mahabaik. Selalu saja Dia punya cara untuk membawa saya kembali mendekat dengan-Nya.
Dari apa yang saya alami ketika menghadapi perubahan keadaan-keadaan hidup ini saya dapat mengambil satu kesimpulan. Ketika saya merasa tidak bahagia, itu artinya ada yang tidak beres dalam hubungan saya dengan Sang Pencipta. Entah itu artinya saya “kekurangan makanan”, atau saya mulai egois, atau saya melanggar nilai-nilai kebenaran.
Ketidakbahagiaan bisa dijadikan sensor yang cermat, sehingga saya mengetahui apa yang perlu saya tambahkan ke dalam diri saya, dan apa yang mesti saya buang dari dalam diri saya. Dan ketika saya mersepons rasa tidak bahagia ini dengan benar, saya mendapatkan kebahagiaan di baliknya. Itu yang saya maksud dengan ketidakbahagiaan adalah kebahagiaan yang perlu digali.
Selamat Hari Natal…. Semoga Damai Natal Membawa Kebahagiaan di Hati, Bahkan Memberikan Semangat untuk Menjalani Tahun yang Baru…