…Ngopi dulu yuk…

Berpaling sejenak dari hiruk pikuk aktivitas rutin Anda… Atau melewati sore dan malam yang dingin dengan secangkir kopi hangat di tangan, sembari menikmati tulisan-tulisan berikut.. Kita akan menyelam bersama-sama.. membuang pikiran penat di dasar danau.. lalu muncul lagi ke permukaan dengan keadaan yang segar..

Archive for May 2nd, 2006


Kontak Jodoh

Seorang Pemuda membuka kesempatan bagi wanita yang mungkin akan dipinangnya.

Identitas Pemuda

  • Usia: 27 tahun
  • Tinggi badan: 175 cm
  • Berat badan: 73 kg, tegap berotot
  • Warna kulit: Sawo matang
  • Rambut: hitam alami, sehat, dan wangi
  • Agama: Ya, beragama duoonk. Saleh dan beriman.
  • Etnik: Campuran Eropa Barat, Tibet, Zimbabwe, dan Melayu
  • Pekerjaan: Konstruksi bangunan
  • Penghasilan bulanan: Kadang ada, sering kurang, tapi gak pernah kekurangan (kan bisa ngutang, coyy)
  • Total asset: Rumah T-21 (cicilan kedua), mobil minivan (baru d/p), handphone (2 buah), tampang menarik, tubuh atletis.
  • Olah raga: teratur, bahkan bekerja sekaligus berolah raga
  • Hobi: Apa aja deh yang asik

Mencari Wanita dengan spesifikasi sebagai berikut:

  • Usia: kurang dari 32 tahun
  • Tinggi badan: proporsional
  • Berat badan: proporsional
  • Ukuran pinggul: proporsional
  • Ukuran dada: Iih… Malu ah… proporsional aja dech…
  • Rambut: Minimal sebahu, sehat, wangi, dan mesti alami
  • Etnik: Apapun, yang penting berwajah cantik dan senyumnya mempesona
  • Warna kulit: Apapun, yang penting kulitnya halus, sehat, wangi, dan alami
  • Agama: Wajib beragama. Lebih disukai yang rajin berdoa (karena dia akan perlu banyak berdoa setelah menikah dengan sang pemuda)
  • Pekerjaan: Wanita mandiri, dengan penghasilan di atas Rp. 22.5 juta per bulan, kelebihan uang tapi kesepian
  • Hobi: membersihkan rumah, mencuci mobil, memasak, membayar tagihan listrik dan telepon, melayani suami

Apabila saudari merasa memiliki kualitas yang diminta berdasarkan kriteria di atas, silakan kirimkan surat lamaran lengkap ke PO Box 1234. Cantumkan kode “Sayakah Jodohmu?” di kiri atas amplop.

Surat lamaran harus ditulis tangan dan ditandatangani serta dicap bibir menggunakan lipstik Revlon dengan nomor kode R-121 (warna merah delima, glossy). Sertakan surat-surat berikut sebagai lampiran.

  1. Pas foto ukuran post card (close up)
  2. Foto sebadan minimal ukuran 10R
  3. Slip gaji tiga bulan terakhir
  4. Fotokopi buku tabungan yang mencakup saldo tiga bulan terakhir
  5. Tagihan kartu kredit 3 bulan terakhir
  6. Surat-surat bukti investasi deposito, reksadana, atau asuransi jiwa
  7. Hasil medical check up satu bulan terakhir dari rumah sakit bertaraf internasional
  8. Surat pernyataan sehat dari Rumah Sakit Jiwa
  9. Surat keterangan warga negara yang baik dari RT/RW
  10. Surat keterangan kelakuan baik kepolisian
  11. Fotokopi Ijazah pendidikan terakhir yang telah dilegalisir
  12. NEM dan STTB SMU asli atau fotokopi yang telah dilegalisir
  13. NEM dan STTB SMP asli atau fotokopi yang telah dilegalisir
  14. Sertifikat-sertifikat training, pelatihan, kursus yang sudah pernah diambil
  15. Laporan Keuangan Perusahaan milik sendiri atau milik keluarga
  16. Akte Kelahiran asli
  17. Silsilah keluarga yang dilegalisir oleh Catatan Sipil
  18. Surat keterangan kelakuan baik untuk orang tua dan saudara sekandung
  19. Fotokopi sertifikat kalung, gelang, liontin, berlian, dan perhiasan-perhiasan lainnya
  20. Fotokopi BPKB atau STNK kendaraan yang Anda miliki dan sudah lunas
  21. Fotokopi Sertifikat Rumah yang Anda miliki dan sudah lunas
  22. Jadwal olah raga Anda untuk tiga bulan ke depan
  23. Jadwal perawatan tubuh Anda untuk tiga bulan ke depan

Jika masih ada hal yang masih dirasakan kurang oleh si Pemuda, akan disusulkan kemudian. Segera kirimkan lamaran Anda. Kesempatan ini ditutup dalam waktu dua minggu. Ayoo… Siapa cepat dia dapat…! Siapa mau bahagia, sekaranglah waktunya! Don’t miss it ladiessss……

Catatan: usia lebih dari 32 tahun akan dipertimbangkan jika penawaran Anda dinilai menarik

Dia Pingin Jadi Blueberry Cheesecake…

Mentari sore menyinari sebagian meja-meja di kafe itu. Di salah satu sudut, dua gelas minuman baru selesai diracik. Mereka terduduk di meja bar, menunggu giliran diantar ke meja sang pemesan. Segelas Ice Cappuccino dan secangkir Earl Grey panas berdampingan di sana.

“Coy, coy… Coba tengok itu arah jam 4 elu… Cute juga, ya?”, si kopi membuka obrolan.

“Hmm… Not bad… Boleh juga sih penampilannya… Tapi masih polos.. Masih banyak yang mesti dipermak di sana sini..”, cangkir teh menanggapi.

“Ya iiiya laa…. Namanya juga masih adonan kue… Tapi, tapi…. Kira-kira bakal jadi kue apa ya dia?”, ujar kopi.

“Gua pingin dia jadi kue cokelat. Selain rasanya enak buanget, kue cokelat juga populer dan digemari pengunjung kafe ini. Ditambah lagi, kue cokelat serasi banget kalo disajikan dengan Earl Grey panas..”, timpal si teh panas sambil mengurai senyum culas.

“Duh aduh…. Semangat sekali! Jadi ceritanya elo pingin kue itu jadi pendamping elo nih?”, kopi meminta konfirmasi.

Yep!”, tegas cangkir teh.

“Tapi… Yang gue denger sih nih ya… Dia itu nggak pingin jadi kue cokelat…. Dia pingin jadi cheesecake”, kopi men-share informasi.

“Masa sih? Kok gitu yak? Cheesecake kan gak enak. Kadang bentuknya gak jelas, cepet lumer pula. Dan yang pasti, nggak cocok disajikan bersama teh panas. Nggak bisa. Pokoknya dia harus jadi kue cokelat!”, teh mulai merasa kesal.

“Idih.. Kok sewot?? Jangan cepet naik darah dong… Sekarang gini… Lebih baik kita telusur alasan-alasan kenapa elo pingin si adonan itu jadi kue cokelat, oke?”, gelas kopi mencoba menyelami alam pikiran si teh panas, “Menurut elo, kenapa harus kue cokelat?”

“Yaa… Karena dengan begitu dia akan bahagia….”, jawab teh panas.

“Bahagia karena…?”, kopi terus menggali.

“Karena dia akan jadi kue yang lezat, menarik, populer. Ditambah lagi, gue suka kue cokelat”, teh menjelaskan.

“Oke…. Sekarang…. Kalau misalnya dia bener jadi kue cokelat, apakah dia akan merasa bahagia?”, tanya kopi.

“Laa ya jelass dong…. Dia punya rasa yang lezat, warna yang indah, bentuk yang cantik, dan gue sebagai pendampingnya… Dia pasti bahagia!”, ujar teh dengan yakinnya.

“Tapi kan dia juga mesti punya cita-cita dan mimpi-mimpinya sendiri. Salah satunya, yang tadi gue denger sendiri dari dia nih, dia pinginnya jadi cheesecake. Blueberry cheesecake katanya”, si kopi menjelaskan.

“Bah..! Udahlah…. Gue tau apa yang terbaik buat dia. Dan gue pastiin, dia akan dapet yang terbaik. Jadi kue cokelat. Niat gue mulia, coy! Gue berniat untuk membuat seseorang menjadi bahagia. Kalo dia cukup pintar, dia gak akan menentang gue. Dia akan nurut, dan dengan rela hati menjalani proses untuk menjadi kue cokelat”, jawab Earl Grey berapi-api.

“Weudeuhh… Gue sirem juga lo..!! Bukan gitu cara bikin dia bahagia, boosss… Elu mesti mengerti dirinya. Elu mesti mengerti latar belakang dia. Elu mesti mengerti apa yang jadi impiannya. Apa yang membuat dia bener-bener bahagia. Dan seandainya bahagianya dia itu bukan bahagianya elu, ya terimalah dengan lapang dada…”, debat Cappuccino.

“Kalo gue nih… Mau dia jadi cheesecake, jadi chocolate cake, apapun, selama dia bahagia, gak jadi masalah…. Karena yang penting buat gua adalah dia bahagia…. Bukan masalah jadi kue apanya… Toh nantinya dia akan jadi kue yang lezat juga, yang sedap dipandang juga… Buat apa dia jadi kue yang gue suka, kalo dianya gak bahagia?”, lanjut Cappuccino.

“Cuihh… Teori doang! Terserah luu…”, teh panas ngedumel.

“Ya udah, dodoolll! Makan tuh kue cokelat! In your dreeaaammm!!”, balas kopi.

Jika saja waitress kafe itu tidak segera memindahkan teh panas ke atas baki, pastilah mereka sudah terlibat perkelahian hebat.

Satu hal yang mendatangkan kebahagiaan bagi seorang manusia adalah jika ada orang lain yang mau mengerti dirinya. Mengerti jalan pikirannya. Mengerti cara dia mengambil keputusan. Mengerti pilihan-pilihannya. Mengerti impiannya. Saya teringat sepatah kalimat dalam suatu iklan: “Karena wanita ingin dimengerti”. Bagi saya, bukan hanya wanita yang ingin dimengerti. Semua manusia juga ingin dirinya dimengerti.

*****Dedicated to: Temen minum kopiku yang bisa mengerti aku…J