…Ngopi dulu yuk…

Berpaling sejenak dari hiruk pikuk aktivitas rutin Anda… Atau melewati sore dan malam yang dingin dengan secangkir kopi hangat di tangan, sembari menikmati tulisan-tulisan berikut.. Kita akan menyelam bersama-sama.. membuang pikiran penat di dasar danau.. lalu muncul lagi ke permukaan dengan keadaan yang segar..

Archive for September 23rd, 2006


Arti Kehidupan

Cieh.. Baca judulnya aja pasti udah nyesek, senep, ogah, segen, apa sihh..? Hari gini ngomongin yang berat-berat? Yang bikin kita-kita enjoy aja gitu nape?

Tapi bener, itulah yang pertama muncul di kepala penulis blog ini ketika menekan tuts keyboard dan merangkai huruf-huruf yang lalu menjadi judul blog di atas.

Anyway… Membahas mengenai arti kehidupan memang tidak mudah. Mmm.. Ngga juga sih, membahasnya mudah, tapi menerima hasil pembahasannya yang tidak mudah. Karena pandangan seorang bisa dipastikan akan berbeda dengan pandangan orang lainnya. Tentu saja begitu, karena tiap-tiap orang punya signature of life-nya sendiri-sendiri. Tidak ada dua orang yang menjalani kehidupan yang sama persis. So pasti pandangan mereka terhadap kehidupan juga akan berbeda.

By the way, anyway… Penulis blog ini ceritanya mau menuangkan pandangannya tentang kehidupan. Bukan berniat untuk menggurui ataupun mem-brain wash paradigma yang sudah ada. Tapi terlebih untuk mengingatkan para pembaca bahwa sebenarnya mereka masih terbilang bodoh. Tapi karena pasti ada pembaca yang tersinggung harkat dan martabatnya ketika dirinya disebut bodoh, maka dari awal ini penulis hendak meminta maaf. Untuk itu, tolong ketika kata ’bodoh’ terasa terlalu menusuk, silakan diganti dengan istilah lain seperti ’sok tahu’, ’merasa selalu benar’, ’kurang mengerti’, atau ’belum sempat memikirkan adanya kemungkinan lain’

Okey… Sekarang kita mulai bicara lebih santai lagi. Untuk membatasi materi bahasan tulisan ini, saya membatasi definisi kehidupan pada hanya waktu ketika manusia dilahirkan ibunya sampai dia mati, atau meninggal (yang artinya sama saja dengan modar).

Untuk pembahasan ke depan, penulis akan meminjam analogi dari kehidupan pribadi penulis. Jika ada hal-hal yang dianggap terlalu dibesar-besarkan, itu bukan karena penulisnya sombong, tapi karena pembacanya saja yang iri. Jadi, maafkanlah diri Anda sendiri.

Aaanyway  Para pembaca harus mengakui, dalam beberapa hal tertentu, penulis lebih unggul dari para pembaca. Tentu saja penulis tidak bisa mengutarakan hal-hal apa saja tentang keunggulan yang dimaksud, tapi minimal penulis bisa menahan diri untuk bersikap rendah hati dengan tidak menyebutkan keunggulan-keunggulan tersebut. Btw, terima kasih untuk pujiannya walaupun itu tidak terucap dari bibir Anda. Really appreciate it.

Oookey… Sebelum kita melangkah ke pembahasan yang lebih mendalam, ada baiknya saya memperkenalkan latar belakang penulis blog ini, supaya pembaca mendapatkan gambaran yang cukup utuh, selain untuk membantu mengangkat daya serap otak para pembaca.

Dilahirkan di tengah kehidupan yang bersahaja, penulis menjalani masa kanak-kanak yang indah dan penuh keceriaan, dilanjutkan dengan masa remaja yang menyenangkan, hingga tumbuh dewasa dan matang dan siap untuk mengabdi ke masyarakat. Penulis pernah tinggal di tengah-tengah masyarakat yang homogen maupun heterogen. Penulis juga pernah mengacungkan piala kemenangan, tapi pernah juga merasa sesak nafas karena harus mengulang kuliah yang sama sebanyak 3 kali. Pernah berkali-kali ditolak cintanya, tapi juga beberapa kali merasakan cinta yang tulus dari wanita.

Biasa aja tuh. Apa hebatnya? Anda salah! Itu adalah pengalaman hebat. Itulah pengalaman-pengalaman yang mengajari penulis sehingga selalu menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Kalau ada di antara pembaca yang merasa bahwa penulis terlalu membesar-besarkan pengalaman yang biasa-biasa saja, mungkin itu karena pembaca yang mengecilkan arti sebuah pengalaman.

Pengalaman adalah guru yang baik. Entah itu pengalaman buruk maupun baik. Sebenarnya, menurut penulis sih tidak ada pengalaman yang buruk. Yang ada adalah tindakan penerimaan yang buruk terhadap suatu pengalaman. Itu yang sering membuat seseorang jadi takut, trauma, terlalu berhati-hati. Kegagalan atau tindakan salah itu wajar dilakukan manusia, karena manusia bukan mahluk yang sempurna. Yang tidak wajar adalah ketakutan yang berlebih akan mengalami kegagalan yang sama.

Lantas apakah berarti sah-sah saja seorang melakukan kesalahan dengan sengaja? Kalau anda cukup cerdas, tentu tidak akan menanyakan hal ini. Well, saya memang menulis pertanyaan tadi, tapi itu tidak lantas berarti saya kurang cerdas. So jadi… Pertanyaan tidak perlu dijawab. Kecuali Anda mau menjawabnya, silakan. Tapi cukup dalam hati saja.

Lalu apa hubungannya pengalaman dengan arti kehidupan. Mungkin tidak ada hubungan langsung. Kalau begitu kenapa dibahas? Pertanyaan bagus. Tapi itu tidak menunjukkan bahwa siapapun yang mengajukan pertanyaan tadi adalah mahluk yang cerdas. Questions are questions, bro! That’s it. Nothing more.

Okey… Lalu apa sih arti kehidupan menurut penulis? Sederhana saja. Arti kehidupan adalah mencari dan menemukan arti kehidupan itu sendiri. Agak susah dicerna? Saya tidak heran! Bagi yang belum menemukan arti kehidupan, adalah tantangan baginya untuk mencari dan menemukannya. Bagi yang sudah menemukan arti kehidupan, adalah tantangan baginya untuk menguji dan terus memperbarui  pemahamannya akan arti kehidupan. Bukan begitu bukan?

Soo…. Penulis mau bilang. Selamat mencari dan menemukan arti kehidupan. Semoga Anda tidak lelah dan putus asa menghadapi kebodohan Anda sendiri. Hah? Apa?? Iya..Kebodohan Anda sendiri. Mm.. Sebenarnya saya tidak perlu menulis pernyataan terakhir tadi. Tapi berhubung saya sudah terlanjur meminta maaf di depan, maka saya rasa tidak salah jika saya melakukannya.

Aaanywayy….. Sekali lagi. Selamat mencari dan menemukan arti kehidupanmu. Salam hangat persahabatan dari penulis, sesama pencari arti kehidupan.