Balancing
Pernahkah karakter seseorang benar-benar berubah? Menurut beberapa buku bernuansa psikologi modern yang saya baca, katanya sih karakter itu ngga pernah berubah.
Tapi –mungkin ada yang menyanggah begini –gua kenal tuh sama orang yang bener-bener berubah. Dulunya dia tukang marah-marah, sekarang kok kalem, dan kayaknya lebih bijak. Terus, ada juga orang yang tadinya kayak kerbau dicocok hidungnya, sekarang jadi keras kepala. Berarti terjadi perubahan dong?
Perubahan itu –katanya– hanya terjadi pada reaksi orang tadi terhadap impuls yang menstimulasinya. Kalau tadinya orang itu otomatis nonjok ketika dikata-katain, kali ini dia bisa tetap cool bo. Tapi reaksi kimia yang terjadi di dalam otaknya sih tetap sama. Otaknya memicu terjadinya penonjokkan. Cuma saja orang yang bersangkutan bisa mengontrol reaksinya, sehingga bukan tonjokan yang keluar, melainkan senyuman.
Balancing adalah usaha yang dilakukan oleh seseorang secara sadar untuk menekan reaksi negatif (yang merupakan karakter unik dari personality yang bersangkutan) dan menambah reaksi positif (yang sebenarnya bukan bawaan atau sifat aslinya). Ini sih definisi yang saya bikin sendiri saja. Jadi Anda boleh setuju atau tidak setuju. Bebas-bebas azza deh..
September 4th, 2006 at 5:42 am
hmmm…balancing?pengendalian diri kali ya he5,menyeimbangkan muatan2 negatif dr dlm diri seseorang dng muatan2 positif dr luar ato dr dlm diri seseorang itu sendiri yg blum d eksplorasi ,jd netral dong ya d balance he5.but mostly…gw setuju deh ma mas dapid,dah lama euy gak nulis2 lg,sibuk ya?:D
September 4th, 2006 at 5:42 am
hmmm…balancing?pengendalian diri kali ya he5,menyeimbangkan muatan2 negatif dr dlm diri seseorang dng muatan2 positif dr luar ato dr dlm diri seseorang itu sendiri yg blum d eksplorasi ,jd netral dong ya d balance he5.but mostly…gw setuju deh ma mas dapid,dah lama euy gak nulis2 lg,sibuk ya?:D
September 4th, 2006 at 5:42 am
hmmm…balancing?pengendalian diri kali ya he5,menyeimbangkan muatan2 negatif dr dlm diri seseorang dng muatan2 positif dr luar ato dr dlm diri seseorang itu sendiri yg blum d eksplorasi ,jd netral dong ya d balance he5.but mostly…gw setuju deh ma mas dapid,dah lama euy gak nulis2 lg,sibuk ya?:D
September 4th, 2006 at 6:20 am
quoted: “Tapi reaksi kimia yang terjadi di dalam otaknya sih tetap sama.”
–> Kalau memang yang menentukan adalah *reaksi kimia*, maka rasanya aneh kalau karakter itu tidak bisa diubah. Bukannya malah jadi gampang: kita pengaruhi saja reaksi kimianya? Misalnya diubah kecepatan reaksinya, diubah konsentrasi reaktannya, dll. Di buku yg elo baca itu (judulnya apa Vid?) ada referensi yang bisa dijadikan bacaan lanjut nggak? Jadi penasaran pengen baca referensinya
September 7th, 2006 at 5:10 pm
Yang dimaksud ‘reaksi’ di atas bukan reaksi kimia dalam otak, Ge.. mungkin kata yang lebih tepat adalah respons yang berupa output motorik (’diam’ pun termasuk output motorik). Btw, bacaan ini sekedar opini penulisnya aja lho
September 9th, 2006 at 4:50 pm
Lho Vid, kalimat yang gue quote tsb, kan gue quote dari tulisan elo sendiri (di tulisan elo: paragraf 3, kalimat 3). Jadi kan *elo sendiri* yang nulis kata2 “reaksi kimia dalam otak” tsb. Ya nggak sih?
Jadi pas gue baca sanggahan elo, “Yg dimaksud ‘reaksi’ di atas bukan reaksi kimia dalam otak”, kok gue malah bingung. Apa artinya elo menyanggah tulisan elo sendiri? :p
September 11th, 2006 at 3:15 am
He he.. Iya Ge, gua tau.. Betul, jadinya gua meng-konter pernyataan gua sendiri.. anyway, memang setelah elu tanya itu, gua jadi mikir lagi.. apakah gua pernah beneran baca pernyataan itu di buku referensi atau itu sekedar hasil rekayasa pikiran gua aja.. beneran lupa.. maaps mengecewakan..