Pacar Mutusin
Dear dr. Bram. Saya seorang pemuda 28 tahun, baru saja jadian dengan seorang pemudi N (24 tahun). Dua minggu kemudian pacar saya meminta putus dengan alasan yang tidak jelas. Padahal saya merasa baru saja menemukan tambatan hati yang sempurna. Dia melengkapi hidup saya. Saya betul-betul shock kehilangan dia. Apa yang harus saya lakukan, dok?
B di Medan
Dear B. Sebagai seorang pemuda yang masih muda, sudah sepantasnyalah Anda tidak mudah putus harapan. Saya bisa mengerti perasaan Anda mengenai keputusan yang diambil oleh pacar Anda. Memang bukan keputusan yang menyenangkan bagi Anda. Di lain pihak, saya juga sedikit banyak mendukung keputusan yang diambil oleh pacar Anda. Sangat logis, setelah Anda mengirim foto asli diri Anda (setelah berkenalan di dunia chatting selama 3 bulan), maka pacar Anda kembali menemukan akal sehatnya. Coba Anda pikirkan, di dunia mana akan ada wanita cantik seperti pacar Anda yang mau dengan Anda? Saya bukannya mau mengecilkan harapan Anda, tapi Anda ini benar-benar harus melakukan sesuatu dengan wajah Anda. Dan model rambut, dan perut Anda yang bukan buncit lagi, tapi benar-benar buncit…!! Untuk itu saya rekomendasikan Anda untuk berkonsultasi dengan dr. Rani, ahli bedah plastik . Siapa tahu beliau masih punya setitik harapan untuk Anda. Demikian tanggapan dari saya. Semoga Anda tidak putus harapan dan dapat terus bertahan. -Bram-
Dear dr. Bram yang tampan, lagi atletis. Pertama-tama, terima kasih dokter mau memuat surat saya. Saya ini sedang bingung dok. Pacar saya yang betul-betul saya cintai kok sekarang mulai dingin ya sama saya. Saya selalu mengingatkan dia supaya dia tetap menjaga kobaran api cintanya kepada saya. Tapi usaha saya selalu sia-sia. Dia tampaknya ingin berpaling ke perempuan lain. Yang membuat saya tidak habis pikir, dok, perempuan itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan saya. Kenapa ini bisa terjadi ya dok? Tolong saya dok. Saya tidak mau kehilangan pacar saya.
M di Bandung
Nona M yang budiman. Pertama-tama, terima kasih telah memuji ketampanan dan keatletisan tubuh saya. Sebenarnya hal itu tidak perlu dibesar-besarkan, karena toh orang-orang sudah tahu bahwa saya ini tampan. Juga atletis. Ya iiiya lah… Wong saya ini ngga pernah absen jogging tiap pagi. Belum lagi fitness, seminggu tiga kali. Dan jangan lupa, semuanya itu harus didukung dengan pola makan yang sehat dan berimbang. Anyway, mengenai masalah Anda, saya turut bersimpati. Memang di hari-hari sekarang ini susah sekali mendapatkan perhatian yang konstan dari laki-laki. Sementara uang Anda yang Anda pergunakan untuk membeli kosmetik dan perlengkapan kecantikan sudah tak terhitung lagi banyaknya. Tapi, ya begitulah yang namanya investasi. Anda harus menanamkan sejumlah modal, lalu setelah itu mulai melakukan perhitungan apakah Anda akan balik modal. Dalam kasus yang Anda ini, saya tidak percaya bahwa Anda akan balik modal. Masalahnya sepele. Anda cuma berfokus untuk memperhatikan diri Anda. Anda beli kosmetik, baju yang modis, parfum mahal, sebenarnya supaya Anda diperhatikan. Kenapa tidak memulai usaha untuk memperhatikan pacar Anda. Buat dia senang. Jangan menuntut diri Anda sendiri saja yang disenangkan. Anda jangan egois dong jadi orang. Saya benci orang egois. Buat dia bahagia, walaupun Anda seolah dirugikan secara materi. Sebagai tambahan, saya sarankan juga Anda secara periodik memangkas bulu hidung Anda. Bikin mata sepet, tauk! Lu mau pake lipstik paling mutakhir juga gak ada efeknya. Eh, maaf. Saya kok jadi terbawa emosi begini yah. Saya kan dokter. Jadi malu Maaf ya. Selamat mencoba saran saya. Saya yakin pacar Anda akan selalu nempel dengan Anda. Jangan bosan berkonsultasi dengan saya. -Bram-