…Ngopi dulu yuk…

Berpaling sejenak dari hiruk pikuk aktivitas rutin Anda… Atau melewati sore dan malam yang dingin dengan secangkir kopi hangat di tangan, sembari menikmati tulisan-tulisan berikut.. Kita akan menyelam bersama-sama.. membuang pikiran penat di dasar danau.. lalu muncul lagi ke permukaan dengan keadaan yang segar..

Archive for January 26th, 2007


Sepi dan Bersyukur (Sebuah Kontemplasi)

Entah berapa lama telah kubiarkan setan kecil, yang awalnya tidak terasa mengganggu ini, menggerogoti kehidupanku. Perkenalkan, namanya Sepi, alias kosong, hampa, tanpa makna.

Ironisnya, perasaan sepi tidak konsisten dengan keadaan di sekeliling. Sahabat aku punya banyak. Tabunganku memang agak tipis bulan ini, tapi tetap aku akan bisa makan dan menikmati kesenangan hidup sampai gaji bulan ini turun. Karir, rasanya sih sedang menanjak walaupun bukan meroket. Pasangan hidup? Aku memang belum punya. Tapi bukan itu. Beberapa waktu yang lalu, ada seorang di sisiku. Tapi itu tidak lantas membuat segalanya jadi menyenangkan. Lalu apa dong?

Awalnya adalah terlena. Terlena dalam kelimpahan kehidupan. Kelimpahan hal-hal biasa yang saking biasanya sehingga tidak masuk hitungan. Tidak disyukuri. Semua terlampai biasa untuk dibalas dengan ucapan terima kasih. Badan yang sehat dan cenderung mengarah ke tongkrongan atletis. Karir yang memuaskan dan menjanjikan masa depan yang cerah. Sahabat-sahabat yang selalu membagikan sebagian dari jiwa mereka dengan menceritakan kisah kehidupannya. Orang tua yang selalu mendoakan.

Setiap struktur yang besar, kuat, tinggi, dan megah, terbangun dari struktur-struktur kecil di dalamnya. Logam-logam mesin, karet ban, busa jok, aki, kabel, bola lampu, tanki bensin membentuk sebuah mobil. Kayu, batu bata, paku, genteng, daun pintu, tegel, cat tembok menyatu dalam bangunan rumah. Begitu juga dengan kehidupan. Pantas saja kalau aku tidak merasa memiliki kehidupan, karena aku mengabaikan struktur-struktur kecil pembentuk kehidupan ini.

Bersyukurlah dalam segala hal. Ternyata ini bukan sekedar slogan belaka. Suatu kebiasaan yang jika ditumbuhkan dan dipelihara, akan membawa pelakunya ke dalam struktur kehidupan yang megah. Sebaliknya, tanpa bersyukur, hanya ada sepi dan hampa.