Perempuan Itu….
Perempuan: Eksotik. Cantik. Impulsif
- Cosmpolitan
Semakin Anda ingin mengerti seorang perempuan, semakin frustasi Anda dibuatnya.
- Pria
Sampai hari ini, banyak sekali mitos tentang perempuan yang terlanjur dipercayai oleh masyarakat. Entah itu terbukti benar, setengah benar, atau salah sama sekali. Kali ini, gua dalam kapasitas sebagai seorang pria, ingin menawarkan pandangan tentang entitas yang dinamai perempuan ini. Perlu diingat bahwa latar belakang pendidikan dan pekerjaan gua bukanlah di bidang fashion, psikologi, sosiologi, ataupun filsafat. Gua lebih terampil mengatur laju aliran kondensat dibandingkan membendung luapan emosi seorang perempuan. Lebih mahir men-tuning sebuah control valve dibanding meresapkan damai ke dalam hati wanita.
Anyway…. Let’s get to the point.
Perempuan itu:
1. Cantik
Setiap perempuan itu cantik. At least menurut dirinya sendiri. Dan lebih dari pada itu, dia mengharapkan mata laki laki pun terbuka seperti matanya, sehingga bisa memuja kecantikannya.
2. Impulsif
Mood seorang perempuan bisa berubah dalam hitungan menit, tergantung suasana sekitar. Itu average-nya. Dalam kasus ekstrim, mood ini bisa berganti dari J ke L ataupun sebaliknya dalam hitungan detik, malahan milisecond! Dari masalah politik luar negeri sampai sambal yang kurang pedas, dari banjir bandang sampai kerutan baju yang terlewat waktu menyetrika, bisa berdampak macam-macam terhadap moodnya.
3. Setia
Ini yang masih sukar gua mengerti. Tidak jarang perlakuan semena-mena pun dibiarkannya karena alasan hati yang sudah terlanjur tertambat. Salute!
4. Lembut
Lembut bukan berarti lemah. Bisa jadi perempuan kelihatannya lemah, tapi justru di dalam kelembutan inilah letak kekuatannya. Batu yang keras saja bisa dilubangi oleh tetesan air. Kelembutan wanita lebih hebat dari tetesan air. Tak heran banyak laki-laki keras yang takluk pada kelembutan perempuan. Tidak sedikit toh preman garang dan perampok bengis yang takluk sama istri?
5. Perlu perhatian
Tidak percaya? Coba saja abaikan, maka Anda bisa sekalian membuktikan poin nomer 2 di atas. Sisi ini memerlukan extra care dari seorang pria. Kadang menyebalkan. Tapi juga mengasyikkan. Kayak main tamagotchi. Cuma sialnya, ngga ada tombol pause.
6. Sensitif
Perasa. Alias mudah merasa. Coba saja buktikan. Pagi-pagi katakan “Wah, pipi kamu sekarang agak gembil ya?” Bisa dipastikan seharian itu dia akan bolak balik lihat cermin sambil cemberut dan nekan nekan pipi. Itu baru bilang “agak gembil” lho. Kalau mau lihat reaksi yang lebih ekstrim lagi, kata “agak” bisa disubstitusi dengan yang lain. Demikian sebaliknya, jika Anda menyapanya pagi-pagi “Hai, met pagiii… Wah, kamu keliatan tambah muda ya..? Kayaknya agak langsingan deh, pasti rajin aerobik” Hasilnya cari tahu sendiri deh.
Seandainya artikel ini mengusik Anda untuk lebih memahami entitas perempuan ini, silakan anda jelajah sendiri. Mungkin diperlukan waktu lebih panjang dari usia Anda untuk benar-benar mengerti. Tapi dalam banyak kasus, mengerti tidak lagi penting. Yang lebih penting adalah bisa menerimanya.
Selamat hari Valentine.