Menyerah atau Berserah
Walaupun kelihatannya mirip, kedua di atas memiliki arti yang sama sekali berbeda. Satu hal saja yang membuat mereka berbeda, yaitu ada tidaknya harapan. Harapan bahwa keadaan akan membaik. Harapan bahwa penderitaan akan berakhir. Bahwa kita akan menikmati apa yang kita nanti.
Harapan tidak akan ada tanpa sebuah sumber. Banyak hal bisa menjadi sumber harapan. Baik itu berupa material seperti uang, rumah yang megah, mobil yang nyaman, atau non materi seperti perjalanan karir yang menanjak, rumah tangga yang harmonis, atau popularitas di mata khalayak.
Daya juang bukanlah sesuatu yang tidak bisa habis. Tidak jarang orang berhenti berjuang karena kehabisan tenaga, terlalu tertekan, kehilangan arah menuju harapan, atau kehilangan harapan itu sendiri.
Masalah yang cukup banyak dihadapi oleh orang-orang bukanlah tidak adanya harapan, melainkan ketidakmampuan untuk membedakan tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Ada orang yang begitu fasih menggapai tujuan jangka pendek, tapi tidak punya tujuan jangka panjang yang jelas. Di sisi lain, ada yang punya tujuan jangka panjang yang jelas, tapi tidak tahu bagaimana merealisasikannya.
Keduanya mesti ada, tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Setelah keduanya ada, tantangan selanjutnya adalah bagaimana membuat keduanya selaras. Karena dengan cara demikianlah tujuan-tujuan itu kemungkinan bisa terwujud.
Kembali ke perihal menyerah dan berserah. Ketika tujuan-tujuan itu kelihatannya tidak akan pernah terwujud — atau mungkin terwujud, tapi dengan susah payah — seringkali harapan pun luntur. Satu hal sederhana yang berharga untuk diingat adalah Pencipta kita tidak pernah merancang sesuatu yang buruk bagi kita. Kalaupun kelihatannya keadaan sekarang ini buruk dan tidak akan membawa kita ke mana-mana, jangan lupa bahwa itu hanyalah sebagian dari cerita panjang yang akhirnya indah. Ini hanyalah sebuah paragraf dari buku yang tebalnya 3 cm. Semua akan dilewati. Tentunya kalau kita tidak menyerah. Tentunya kalau kita berserah.
Berserah tidak berarti berhenti berusaha. Berserah tidak berarti berhenti mengerjakan apa yang seharusnya dilakukan. Berserah tidak berarti berhenti menanam. Berserah tidak berarti berhenti minum obat. Berserah tidak berarti tidak menjaga pola makan. Berserah tidak berarti berhenti menabung. Berserah tidak berarti membiarkan diri diombang-ambing gelombang. Lakukan apa yang mestinya dilakukan. Bagian kita adalah bekerja. Tuhanlah yang akan menentukan reward kita. Jangan menyerah. Apalagi menyerah terlalu cepat.
Tips: Tentukanlah goal/tujuan jangka panjang (10 tahun) dan jangka pendek (1-3 tahun). Buat keduanya selaras. Taruh di tempat yang setiap hari bisa Anda lihat. Mulailah tiap hari dengan membaca tujuan-tujuan tadi. Dan jalanilah hari Anda sesuai dengan tujuan Anda.