Becak, BMW, dan Berkat
Pernahkah Anda membayangkan diri Anda sebagai seorang tukang becak? Jika belum pernah, saya menantang Anda untuk melakukannya sekarang. Sekedar membayangkan diri Anda mengayuh becak Anda yang sudah setengah rongsok. Anda bangun pagi-pagi untuk menunggu ibu-ibu yang akan pergi ke pasar. Mengantar mereka berbelanja. Lalu menunggu anak-anak sekolah yang akan berangkat belajar, berharap ada yang akan naik ke becak Anda. Mengayuh, menunggu, mengayuh lagi, menunggu, demikian Anda lewati siang hari Anda. Malam-malam Anda membantu istri Anda yang berjualan nasi kuning. Sampai jam sebelas malam Anda harus membanting tulang.
Keuangan keluarga Anda tidak melimpah ruah. Untuk bisa membiayai kuliah anak Anda yang paling besar, rasanya Anda perlu mujizat “hujan uang dari langit”. Belum lagi dua orang adik adiknya yang masih perlu melewati masa wajib belajar 9 tahun.
Jangankan beli tiket pesawat ke Bali, untuk mengganti pesawat televisi Anda yang sudah berusia akil balik pun harus pikir masak-masak. Atau jangankan untuk membeli sebuah Honda Jazz, sebuah motor be-em-we (bebek merah warnanya) pun Anda tidak punya kekuatan.
Lupakan rumus-rumus fisika, kimia, nama-nama latin hewan dan tumbuhan, rumus-rumus matematik yang paling sederhana sekalipun, karena Anda tidak pernah mengenyam bangku pendidikan. Anda tidak mengerti bahasa Inggris. Anda tidak bisa menyetir mobil. Anda tidak mengerti politik.
Sudahkah Anda berhasil melihat diri Anda di posisi seorang tukang becak sederhana tadi? Jika belum, Anda masih bisa kembali ke paragraf paling atas dan membaca ulang sekali lagi, atau berkali-kali lagi, sesuai keinginan Anda.
Sekarang, Anda mendapatkan sebuah kejutan. Di dalam bungkusan mi instan yang baru hendak Anda masak, terdapat secarik kertas yang menyatakan Anda memenangkan sebuah hadiah langsung. Tanpa diundi. Ini adalah ulang tahun yang ke 25 si produsen mi instan. Hanya ada satu hadiah, hanya untuk satu orang. Hadiah Anda tidak tanggung-tanggung. Sebuah sedan BMW seri 7 keluaran terbaru. Pajak ditanggung pemerintah (sori gak masuk akal, namanya juga nge-hayal). Dan mobil itu langsung diantar ke rumah Anda yang sederhana.
Terbayangkankah BMW mewah seri 7 tadi hampir sama sekali tidak ada gunanya? Anda tidak tahu cara menyetir. Anda tidak mengerti panel-panel di dalam kabin mobil. Anda tidak mengerti tentang mesin mobil. Untuk membuka tutup tanki bensinnya pun tak bisa. Mungkin satu-satunya manfaat yang bisa didapat hanyalah menjualnya dan menukar dengan uang. Tapi besar kemungkinan, Anda tidak akan mendapatkan uang dengan jumlah yang semestinya karena Anda juga tidak mengerti tentang jual beli mobil. Kemungkinan besar Anda akan menjual mobil mewah tadi di bawah harga pasar.
Adalah hal yang wajar mengharapkan berkat. Berdoa memohon berkat. Berkat yang besar, yang luar biasa, yang menakjubkan. Tidak ada yang salah dengan hal itu. Dan tentu saja itu bagus, karena dengan demikian terdapatlah harapan akan sesuatu yang lebih baik.
Tapi berapa sering kita meminta kekuatan untuk bisa menikmati berkat tadi? Saya rasa tidak sering. Kemampuan untuk menikmati berkat memerlukan suatu proses. Proses yang akan membuat Anda lebih siap, lebih terampil, lebih berpengetahuan, lebih sabar, lebih bisa melihat dari berbagai sisi, lebih bijaksana untuk mengambil keputusan. Dan hampir selalu, proses untuk menuju ke sana itu tidak enak. Jarang ada orang yang mau meminta sesuatu yang tidak enak. Jarang ada orang yang meminta proses itu terjadi pada dirinya. Kebanyakan orang ingin enak dan ingin langsung mendapat hadiahnya. Itu namanya bermimpi di siang bolong.
Pencipta kita tidak suka memanjakan ciptaan-Nya. Berkat adalah sebuah paket yang berisi proses dan reward. Jika Anda ingin menikmati berkat, terimalah paketnya secara lengkap. Hanya dengan cara itulah Anda bisa menikmatinya. Bukan hanya proses-nya, dan bukan juga hanya reward-nya. Jalanilah proses-nya, mohon kekuatan dari Pencipta Anda untuk bisa melaluinya. Percayalah, reward-nya hanya tinggal sejauh ujung jari Anda.
Please feel free untuk memforward tulisan ini jika Anda rasa akan bermanfaat bagi seseorang.