…Ngopi dulu yuk…

Berpaling sejenak dari hiruk pikuk aktivitas rutin Anda… Atau melewati sore dan malam yang dingin dengan secangkir kopi hangat di tangan, sembari menikmati tulisan-tulisan berikut.. Kita akan menyelam bersama-sama.. membuang pikiran penat di dasar danau.. lalu muncul lagi ke permukaan dengan keadaan yang segar..

Archive for July 16th, 2007


…Harga Diri…

Saya sering mendengar anjuran untuk menghargai orang lain. Menghormati hak orang lain sebagai sesama manusia. Selama saya duduk di bangku sekolah, juga ketika duduk di bangku kuliah, ada mata pelajaran yang khusus mengajarkan hal ini. Tapi seingat saya, tidak ada mata pelajaran yang mengajarkan bagaimana menghargai diri sendiri. Sungguh menarik! Apakah ini berarti menghargai diri sendiri kurang penting dibandingkan menghargai orang lain?

Menghargai diri erat kaitannya dengan pengenalan akan diri sendiri. Seperti ada kata pepatah "tak kenal maka tak sayang", demikian juga berlaku untuk diri kita. Mengenali dan mengerti diri sendiri adalah sebuah proses, yang mungkin tidak akan pernah berakhir. Namun begitu, saya percaya ada satu saat di sepanjang garis hidup ini di mana kita bisa menggali pengertian akan diri sendiri dengan cukup dalam.

Berikut ini saya angkat beberapa hal, yang mungkin terbilang sederhana, yang sempat saya amati.

1. Mood

Mood sangat berpengaruh terhadap produktivitas. Baik itu dalam pekerjaan, dalam peran Anda di dalam sebuah relationship, dalam kehidupan berkeluarga, maupun dalam kehidupan spiritual. Mood atau emosi atau suasana hati sangat mudah dipengaruhi oleh panca indera. Bagi saya. view yang saya lihat, musik yang saya dengarkan, cuaca panas/dingin, kata-kata yang saya keluarkan, semuanya berpengaruh terhadap mood saya. Ada kalanya saya harus menutup telinga saya terhadap musik yang tidak sesuai, karena itu hanya akan membawa saya ke arah batas kritis saya secara emosional. Ada waktunya saya harus mematikan atau memindahkan channel televisi (atau kalau itu tidak mungkin, memindahkan posisi saya ke tempat lain). Seberapa jauh Anda sadar bahwa Anda perlu membatasi, atau sebaliknya menambah input ke salah satu panca indera Anda?

2. Fisik

Ketika lulus kuliah, berat badan saya 83 kg. Dengan tinggi badan 169 cm, tentu saya kelebihan berat. Saya selalu membeli celana jeans dengan ukuran 36. Apa penyebabnya? Jelas karena saya tidak peduli dengan "pengenalan" akan tubuh fisik saya. Sekarang ini banyak pengetahuan tentang makanan dan gizi yang bisa dengan mudah diakses oleh siapapun. Kita bisa memilih makanan yang akan kita makan. Kita bisa mencari tahu aktivitas olah raga apa yang akan membuat tubuh kita lebih fit sehingga mendongkrak produktivitas. Di lain pihak, kita juga bisa mencari batas-batas latihan olah raga di mana kita mulai merasa kelelahan dan tidak bisa bekerja. Selain pola makan dan olah raga, tubuh pun perlu istirahat. Ada orang yang tidur cukup 4 jam, ada yang perlu 8 jam. Berapa lama jam tidur yang tepat untuk tubuh Anda? Hanya Anda sendiri yang bisa mencari tahu.

3. Personal Boundary dalam interaksi antarmanusia

Sebagai seorang manusia, kita memerlukan orang lain. Kita perlu teman, istri/suami, kolega dalam pekerjaan, partner bisnis, dan lain sebagainya. Di dalam suatu relationship yang sehat, kedua belah pihak merasa nyaman karena prinsip-prinsip pribadi mereka (yang mungkin saja ada yang berbeda pihak satu dan lainnya) bisa terjalankan. Namun sering kali orang terjebak dalam relationship yang tidak sehat. Orang terjebak untuk tetap menyenangkan orang lain walaupun prinsip-prinsipnya dilanggar/terlanggar oleh counterpart-nya. Padahal kalau ditelusur lebih jauh, "menyenangkan orang lain" itu bukanlah ultimate goal dari relationship manapun. Saya percaya bahwa mengenal personal boundaries diri kita sendiri sangatlah penting dalam menentukan sikap. Mengetahui apa yang saya inginkan, bagaimana saya akan mengerjakan sesuatu, tindakan apa yang tidak akan pernah saya lakukan, sangatlah menentukan penghargaan terhadap diri saya. Baik itu penghargaan dari orang lain terhadap diri saya, maupun penghargaan dari diri saya sendiri.

4. Bekerja dan Beristirahat

Saya senang bekerja keras dan mengatasi tantangan dalam pekerjaan. Saya sadar bahwa semakin sulit tantangan yang bisa saya atasi, semakin besar kepuasan yang saya rasakan. Namun begitu, bekerja tanpa apresiasi yang cukup terhadap jerih payah saya bisa membuat saya tertekan. Ada waktunya di mana saya perlu menikmati hasil pekerjaan saya dan mengapresiasi diri sendiri. Bisa dengan membeli barang yang saya suka, menikmati liburan di tempat yang saya inginkan, atau sekedar melupakan sama sekali pekerjaan saya dan menikmati waktu luang di rumah dengan melakukan kegiatan yang benar-benar menyenangkan bagi diri sendiri. Sayang dong uangnya, kan bisa dipakai untuk hal lain yang lebih berguna? Bagi saya, mengetahui bahwa saya rela mengeluarkan sejumlah uang untuk menyenangkan diri saya sendiri, itu membuat saya semakin yakin bahwa diri saya layak dihargai.

Memang menyenangkan diri sendiri ini tidak baik jika dilakukan secara berlebihan. Tapi toh siapa lagi manusia di muka bumi ini yang paling bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup diri Anda kalau bukan Anda sendiri? Penghargaan terhadap diri Anda dimulai dari bagaimana Anda menghargai diri Anda sendiri. Saya ingat perkataan ini: "Jika Anda membiarkan orang lain membuat dunia bagi Anda, kemungkinan besar dunia itu akan terlalu kecil bagi diri Anda". Jika demikian, buatlah dunia yang cukup besar bagi diri Anda sendiri.