…Chemistry…
Aku bukan pelukis, tapi aku tahu yang mana lukisan yang indah.
Aku tahu itu ketika pertama memandang wajahmu.
Betapa ajaibnya mekanisme internal tubuh ini.
Betapa mudahnya mengingat detail lekuk-lekuk di wajahmu.
Seakan ingatan itu berada sedekat ujung jari.
Sekali jentik, muncul bayangmu di angan.
Mereka bilang ini chemistry.
Betapa bahagianya ketika aku bisa membuat dirimu tertawa.
Seakan seisi dunia bersorak memberi semangat.
Engkau hadir bukan untuk meminta cinta.
Bukan juga untuk membahagiakanku.
Kau adalah sang pembawa pesan dari Penciptaku.
Betapa senangnya mengetahui ada wanita yang mungkin akan mewujudkan anganku.
Entah nantinya engkau menjadi kekasihku, atau tidak.
Itu bukan yang paling penting.
Yang paling membahagiakanku adalah kau membuatku semakin percaya kepada Penciptaku.
Bahwa Dia punya rencana yang besar untuk hidupku.
Kehadiranmu di hidupku menjanjikan sebuah cerita.
Atau mungkin cerita itu telah dimulai.
Hidup tanpa angan adalah hampa.
Angan tanpa keberanian hanyalah mimpi.
Keberanian tanpa pengetahuan, orang bilang itu nekat.
Pengetahuan tanpa kemurnian hati adalah senjata maut.
Dan penyerahan diri yang akan melengkapi kesemuanya.