…Canda penuh Makna…
Dunia sekitar kita ini tidak pernah berhenti memberi insights. Setiap hari. Setiap menit.
Teringat sepenggal kejadian dua minggu lalu. Kami berangkat teambuilding. Acara utamanya adalah hiking. Melakukan aktivitas di alam sudah jadi semacam tradisi negeri di ujung utara ini.
Pada jalur yang dilewati, ada sebagian tempat di mana kami mesti memanjat, merapat ke tebing, memilih pijakan yang tepat, dan gerakan-gerakan sulit lainnya yang serupa.
Tibalah giliranku memanjat. Aku coba pijak sini, pijak sana, tapi rasanya tebing ini nggak mungkin dilewati. Terlalu terjal.
"it’s too steep!", kataku kepada seorang kolega yang sudah duluan ke atas.
"Try to step on that flat part", suara di atas menyahut.
Aku mencari bagian datar yang dimaksudnya dan segera menginjakkan kakiku di sana. Tapi pijakan itu terlalu tinggi. Aku tidak bisa mengangkat badanku, karena kaki yang jadi tumpuan berada di posisi yang mustahil untuk menghasilkan torsi yang diperlukan untuk mengangkat badanku.
"It’s too high!", kataku
Kata-kataku disambut sebuah tawa dan komentar yang juga segera membuatku tertawa.
"Let’s keep saying the truth", katanya, "The legs are to short."
Aku pun tertawa mendengarnya. Memang secara rata-rata tinggi badan orang Norway lebih tinggi dariku. The legs are damned too short
Satu orang di atas mengulurkan tangan. Sekarang, dengan bantuan uluran tangan itu, aku bisa melewati bagian yang sulit. Tebing yang terlalu tinggi.
Dua minggu berlalu sudah. Tapi kejadian itu masih kuingat. Dan hari ini aku bertanya, apakah iya tebingnya terlalu tinggi, ataukah kakiku yang terlalu pendek?
Dan….
Pertanyaan-pertanyaan lain yang serupa:
Apakah job position itu terlalu muluk, atau aku yang perlu menambah skill ini dan itu untuk bisa ke sana?
Apakah kesehatan yang prima dan umur panjang itu terlalu muluk, ataukah motivasiku untuk rajin berolah raga dan makan makanan yang seimbang yang mesti kujaga?
Apakah harta yang berlimpah itu terlalu muluk, ataukah mentalitasku yang perlu diperkuat untuk me-manage itu?
Apakah keluarga yang bahagia dan sejahtera itu terlalu muluk?
Semua itu ada dalam jangkauan. Entah tebingnya yang dipapas, atau kakinya yang mau dibuat lebih panjang.