…Ngopi dulu yuk…

Berpaling sejenak dari hiruk pikuk aktivitas rutin Anda… Atau melewati sore dan malam yang dingin dengan secangkir kopi hangat di tangan, sembari menikmati tulisan-tulisan berikut.. Kita akan menyelam bersama-sama.. membuang pikiran penat di dasar danau.. lalu muncul lagi ke permukaan dengan keadaan yang segar..

Archive for October 20th, 2007


…Backpacking to Spain…

Datang juga kesempatan kedua untuk intip-intip dunia di luar Stavanger mungil ini. Tujuan perjalanan kali ini adalah dua kota ternama di Eropa: Barcelona dan Madrid. Dengan berbekal beberapa helai pakaian secukupnya, tekad dan keberanian, juga kerelaan untuk tersasar, berangkatlah gua ke Negeri Matador ini.

Penerbangan dari Stavanger akan singgah dulu di Bandara Oslo. Lumayan, dari sejak tiba di sini bulan April lalu belum ada kesempatan yang membawa gua ke ibukota. Kali ini bisa lihat-lihat dikit, walaupun ngga masuk ke kota.

Singkat cerita, penerbangan Oslo-Madrid dengan menggunakan maskapai dengan harga tiket bersahabat berlangsung lancar. Tiba di Madrid sekitar jam 7 malam. Segera mencari kereta dari Bandara Barajas menuju Stasion Kereta Chamartin, karena gua akan ambil kereta malam menuju Barcelona. Kan lumayan, nginep di kereta, jadi gak perlu bayar penginapan. Walaupun pada prakteknya, punggung selalu tertekuk karena tempat duduk di kereta itu nggak bisa dimundurin. Ah, nasi sudah jadi bubur. Ayo tidur. Paling risikonya bujur kesemutan. (Bhs. Sunda - organ tubuh untuk duduk).

Hoooaaayyy…. Pagi hari. Wuih, ternyata bisa juga gua tidur. Goodlah. Berarti hari ini siap jalan-jalan. Yeaayy…! Barcelona. Sekitar jam 7 pagi lewat sedikit, kereta berhenti di Stasion Barcelona Sants. Pertama yang harus dilakukan adalah cari wastafel dan gosok gigi. Penting buat memperlancar komunikasi. Terus habis itu tentu sarapan. Gak lucu kalo harus masuk angin di negara orang.

P1020268

Tujuan yang pertama adalah Montjuic. Kawasan pegunungannya Barcelona. Di sana juga ada kompleks fasilitas olah raga yang dulu dipakai Olimpiade. Juga dari sana, orang bisa lihat panoramic kota Barcelona. Sarana transportasi kota terbilang bagus dan memuaskan, dalam hal ini metro (subway) dan funicolar (sejenis subway, tapi buat naik turun bukit).

Rupanya di sana sudah menunggu sebuah puri, Castle Montjuic yang artistik. Menjulang tinggi di tepi bukit yang langsung berhadapan dengan lautan, menambah kesan elegan dan kokoh.

P1020292

Setelah puas ambil foto-foto, gua pun bergerak menuju tujuan selanjutnya, yang mana belum ditentukan. Tadi sih lihat-lihat ada 2 rute kereta gantung. Gua udah naik yang rute biru. Kalo gitu coba yang rute merah.

Hmm, harus beli tiket lagi. Tiket rute biru gak berlaku. Ya okelah, kapan lagi. Selesai beli tiket kereta gantung rute merah, tiba-tiba ada nyolek dan suara menegur.

"Ketchup..! Ketchup..!"

Seorang anak muda. Rupanya dia ngasih tau kalau di baju gua ada noda saos tomat. Heran bercampur bingung, datang dari mana itu saos, gua pun beranjak ke pinggir trotoar untuk bersihin baju. Ada tangan menyodorkan kertas tissue. Seorang anak muda lain, tampaknya teman dari anak muda sebelumnya. Gua taruh backpack, dan mulai pakai tissue itu buat bersihin noda saos tadi.

–Sreeekkk…

Tas gua yang gua simpan di bawah kok bergeser menjauh. Menjauh dari gua dan mendekat ke anak muda pahlawan penolong tadi. Siyal! Pikir gua. Ini mah copet-copet sompret kesiangan. Langsung gua ambil tas dan jalan. Anak muda yang satu, sambil mengipas tangan di depan hidungnya, berusaha meyakinkan gua kalo gua gak bersihin baju gua nantinya bakal bau. Peduli amat!

Akhirnya baju gua ganti. Hmm, meleset nih perhitungan. Padahal jumlah helai baju udah dihitung pas dengan jumlah hari kunjungan. Ah, gak apa apalah. Untung barang-barang bawaan semua masih utuh.

Kereta gantung rute merah datang juga. Berangkatlah gua ke seberang. Rupanya ini kereta menuju ke arah pantai. Ah, apa pula? Apa yang bisa dinikmati di pinggir laut? Paling gak ada apa-apa, pikir gua. Ya udah, nanti begitu turun kereta gantung, langsung cari metro station ajalah, terus nyari hostel buat nginap malam ini.

P1020880

Itu tadi pikiran gua waktu di kereta gantung. Begitu sampai di ujung sana, keputusan harus direvisi. Pantainya bagus. Pasir putih dan ombaknya tenang. Jalan-jalan ah. Kan belum pernah tuh lihat model bikini live catwalk di pantai betulan? Gua pun mulai jalan menyusuri garis batas air dan darat. Eh tunggu dulu. Ini ada apa gerangan dengan manusia-manusia? Mana bikininya, kok malah gak dipakai? Sadar bahwa ini adalah musim panas, fenomena ini pun segera jadi logis. Wajar di ujung summer ini orang-orang jadi lebih semangat ingin agak tanned. Dengan niat untuk melupakan tempat tidur yang kurang nyaman di kereta malam, dan pengalaman nyaris dicopet di hari pertama liburan, gua pun segera memilih tempat di antara para pemandi matahari. Menikmati keindahan alam kan perlu.

Hari beranjak sore. Waktunya meninggalkan pantai dan masuk ke kota untuk mencari hostel yang sudah dipesan. Hostel San Jordi Sants ternyata mudah untuk ditemukan. Dengan bangunannya yang masih baru dan harga yang bersahabat, juga penunggunya yang fasih berbahasa Inggris, penginapan ini sangat direkomendasikan. Menginap di hostel membuka kesempatan untuk bertemu anak-anak muda lain yang senang travelling.

P1020682

Hari kedua gua habiskan hampir seharian di dalam Art Museum. Banyak sekali lukisan dan karya seni yang dipamerkan di sana. Mulai dari artikel seni tahun 1100an sampai 2000an. Sangat menarik melihat perubahan dan perkembangan kemanusiaan di Spanyol, tepatnya Barcelona, dari karya-karya yang dipamerkan.

P1020430

P1020757

P1030066

Hari-hari selanjutnya dihabiskan untuk jalan-jalan di sekitar kota, makan enak, dan foto-foto. Barcelona terkenal dengan Antoni Gaudi-nya. Seorang arsitek yang revolusioner dalam karya-karya bangunannya. Salah satunya adalah Placa Gaudi, di mana di dalam "rumah" itu tidak terdapat sudut. Semua dibuat curving, melengkung. Dari mulai pegangan tangga sampai bingkai jendela. Sangat artistik. Tempat lain yang menarik adalah Gaudi Park. Lumayan menyita energi juga tuh jalan ke sana. Stasion metro yang paling dekat mungkin jaraknya satu atau dua kilometer dari lokasi. Karya Gaudi lainnya yang super adalah Sagrada Familia, katedral megah yang belum selesai dibangun, dan mungkin akan masih lama lagi selesai dibangun.

P1020789

Puas dengan Barcelona, gua harus kembali ke Madrid. Soalnya tiket pesawatnya dari Madrid. Dengan niat asal tahu aja, gua nggak punya banyak ekspektasi tentang Madrid. Nginap di daerah Puerta del Sol di jantung kota. Di hotel murah meriah yang penunggunya gak bisa berbahasa Inggris. Sepasang kakek dan nenek. Sang Kakek terkesan cukup terbiasa berkomunikasi dengan orang asing yang tidak berbahasa Spanyol, jadi walaupun beliau gak bisa berkata dalam bahasa Inggris, kami tetap bisa berkomunikasi dengan bahasa Tarzan. Tapi sang Nenek agak memaksakan kehendak bahwa gua harus mengerti bahasa Spanyol. Tampaknya beliau sempat frustasi karena gua gak bisa jawab ketika dia tanya satu pertanyaan. Mungkin menurutnya pertanyaannya simpel. Tapi toh gua gak tau mau jawab apa. Alhasil, gua tinggal tidur aja. Sang Nenek masih menggerutu. Cape deeeh…

P1030175

P1030200

Madrid, di luar dugaan, ternyata adalah sebuah kota yang sangat memukau. Dengan predikat kota metropolitan yang modern, tapi tetap kaya dengan bangunan-bangunan artistik gaya abad pertengahan Eropa. Ditambah lagi dengan tersedianya petunjuk bagi pejalan kaki tentang rute-rute yang "wajib" dilalui untuk jalan-jalan di kota Madrid. Jalan-jalan di Madrid jadi mudah dan terarah.

Singkat cerita, liburan pun berakhir. Madrid dan Barcelona menampilkan dua wajah yang berbeda. Keduanya sama-sama cantik. Keduanya mempesona dan mengesankan. Tapi yang pasti bisa dibilang kepribadian mereka berbeda.