…Ngopi dulu yuk…

Berpaling sejenak dari hiruk pikuk aktivitas rutin Anda… Atau melewati sore dan malam yang dingin dengan secangkir kopi hangat di tangan, sembari menikmati tulisan-tulisan berikut.. Kita akan menyelam bersama-sama.. membuang pikiran penat di dasar danau.. lalu muncul lagi ke permukaan dengan keadaan yang segar..

Archive for October 23rd, 2007


…Cerita Seorang Mekanik…

Namaku Jørgen Rørtveit. Hari ini genap satu tahun aku bekerja sebagai mechanical technician di sini. Orang sering menyingkatnya menjadi mekanik. Sebagai bagian dari Maintenance Team, tugasku adalah men-support teman-teman di Dept. Operations agar aliran minyak dan gas mereka tidak pernah terhenti. Well, ya mungkin kadang terhenti, tapi tidak sampai terlalu sering.

Aku mengawali karirku sebagai kru kapal. Aku memulainya 40 tahun yang lalu, ketika aku berusia 16 tahun. Aku sudah mengitari bola bumi ini. Well, mungkin bukan mengitari, tapi menjelajah. Sebut saja Amerika Selatan, Terusan Suez, Laut Merah, sampai ke Australia. Oya, aku suka Australia. Buatku, orang-orang di sana sangat bersahabat. Aku jadi ingat waktu itu aku menumpang di rumah seorang ibu. Aku dan temanku pulang ke penginapan dalam keadaan setengah sadar. Pengaruh alkohol. Ibu itu mengurus kami bagai anak-anaknya sendiri. Pula, ia menagih biaya yang tidak terlalu mahal untuk penginapan kami. Aku juga pernah singgah di Singapura. Tahun 1986. Saat itu Kota Singapura sedang banyak proyek konstruksi di mana-mana. Sebagai tambahan, sebelas tahun aku bekerja di sebuah survey boat, bersama tim seismic yang bekerja memetakan isi perut bumi di dasar laut. Apa lagi yang mereka cari kalau bukan minyak.

Kini tiba kesempatanku untuk bekerja di oil company. Sudah dari dulu aku kepingin, tapi kecintaanku terhadap petualangan laut selalu membuatku menunda kepindahan profesiku. Sekarang aku bekerja untuk sebuah perusahaan Amerika yang beroperasi di negeriku. Perusahaan yang dari sejak tahun 70an telah menimba minyak dari Norwegia ini. Lima tahun yang lalu, mereka melakukan merging membentuk sebuah perusahaan raksasa. Dan sekarang diriku ada di sini.

EKO-M, itulah platformku. Setiap platform di sini dinamai dengan aksara seperti H, X, M, Q, dan J. Lengkapnya EKO-H, EKO-X, dan seterusnya. Beberapa platform dibangun tahun 1970an. EKO-M tempatku bekerja adalah platform yang paling muda, diinstall tahun 2000an. Platform-platform tadi dihubungkan dengan jembatan. Ada yang panjangnya 50 meter, 80 meter, sampai yang paling panjang yaitu jembatan dari J ke M: 125 meter. Setiap pagi, lunch time, dan malam aku harus berjalan dari sini menuju living quarter atau sebaliknya. Itu bisa memakan waktu 15 menit. Aku bermalam di Port Rigmar, sebuah barge yang disulap menjadi living quarter. Dengan 3 buah jack up legs, Port Rigmar berdiri di sebelah EKO-Q dan terhubungkan dengan sebuah jembatan kecil.

Kali ini job orderku adalah menginstall sebuah multiphase flow meter. Dengan diameter 5", panjang sekitar 1 meter, dan berat sekitar 300 kg, pekerjaan ini minimal memerlukan dua orang mekanik. Aku sedang menunggu kawanku mengambil belt yang akan digunakan untuk lifting equipment ini. Kesempatan ini kupakai untuk bercakap dengan seorang anak muda yang tampaknya bukan orang sini. Dari tampangnya, dia mesti berasal dari Asia. Kelihatannya sih dia seumuran dengan anakku yang sulung.

Dia bilang dia berasal dari Indonesia. Hmm, itu dekat dengan Australia. Aku jadi ingat lagi hari-hari penuh petualangan di sana. Satu saat aku ingin berlibur lagi ke sana.

Ah, jam 11.45. Waktunya makan siang. Waktunya untuk kembali berjalan melintasi 5 jembatan di antara platform-platform ini menuju Rigmar. Hari ini hari Minggu. Semoga ada menu spesial di kantin. Aku bisa membayangkannya dari sini. Pintu masuk depan, turun tangga, lepas coverall dan taruh di locker, naik tangga lain, cuci tangan, lalu menuju kantin. Selepas makan siang aku akan kembali ke processdeck sini untuk meneruskan pekerjaanku.

Tidak perlu terburu-buru. Semua harus dilakukan dengan safe.

…Bisikan Jiwa…

Aku adalah perempuan yang paling berbahagia di muka bumi ini
Sudah lama aku menantikan hari ini
Hari di mana aku mendengar dengan telingaku sendiri apa yang sudah lama ingin kudengar
Bukan sebuah puisi, juga bukan sebuah lagu
Bukan pula rangkaian kata-kata indah yang menghanyutkan rasa
Aku tidak perlu semuanya itu

Kaulah Pangeran Jiwaku
Kau tidak pernah berbuat manis untuk memenangkan hatiku
Kau manis padaku karena kau suka dengan pribadiku
Kau sabar dan tidak pernah mengataiku bodoh untuk setiap kesalahan yang kubuat
Kau membantu aku memahami banyak hal yang tadinya tidak kumengerti
Kau membuat aku sanggup menjalani kehidupan ini, bahkan tanpa dirimu
Tapi justru itu yang membuat aku semakin kagum kepadamu

Kau membawaku melangkah dari angan dan harapku ke dunia nyata
Hari ini, saat bibirmu menyentuh lembut bibirku, aku merasakan jiwaku larut ke dalam jiwamu

Lalu kau membisikkan namaku di telingaku
Sebuah bisikan yang memancarkan cinta dari jiwamu
Itu adalah simfoni yang paling indah yang pernah kudengar
Aku bahkan mendengar seisi dunia turut bernyanyi mengiringi simfonimu

Aku merasakan jiwaku melekat kepada jiwamu
Siapakah aku ini sehingga mendapatkan cintamu yang seluas lautan?
Akulah seorang perempuan yang paling berbahagia di muka bumi ini