…Becoming A Magician…
Kebanyakan orang menginginkan, mengharapkan, atau merindukan seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mengerti. Lebih spesifiknya: seseorang sebagai pasangan hidup. "Orang yang mengerti akan diriku." Seorang yang "tahu tentang apa yang aku mau", "apa yang membuat aku bahagia", "apa yang ingin kudengar", "apa yang mestinya dia lakukan untukku", dan hal serupa sebagainya. Orang yang mengerti diri kita tanpa kita memberitahunya. Seorang yang lebih mirip Magician.
Perkaranya sekarang, apakah hal itu mungkin? Terus terang saya rasa itu hampir tidak mungkin. Di sisi lain, saya sering berkhayal tentang diri saya yang menjadi seorang Magician bagi seorang yang saya cintai. Saya rasa itu bukan hal yang mustahil. Ya tentu saya tidak bisa membaca pikiran orang lain. Saya juga tidak punya ilmu supernatural di mana saya bisa masuk ke rohnya orang lain, lalu ngubek-ngubek alam pikirannya, atau semacamnya.
Pendekatan yang lebih realistis yang saya pikir bisa dilakukan misalnya dengan memperkaya pengetahuan tentang personalities manusia, mempertajam kemampuan komunikasi, dan memupuk kemauan untuk terus lebih mengerti orang yang kita cintai. Tentu hal ini menuntut energi dan effort yang besar. Tapi justru sisi bagusnya, kita jadi tidak punya excess energi untuk berbagi cinta dengan orang lain, I mean, dalam konteks suami istri.
Seandainya hal ini bisa dilakukan, saya bisa bayangkan rasanya akan seperti hidup di surga, walaupun pada kenyataannya kaki kita masih menginjak bumi. Just a thought.