…We Reap What We Sow…
We sow our thoughts, and we reap our actions.
We sow our actions, and we reap our habits.
We sow our habits, and we reap our characters.
We sow our characters, and we reap our destiny.
We sow our thoughts, and we reap our actions.
We sow our actions, and we reap our habits.
We sow our habits, and we reap our characters.
We sow our characters, and we reap our destiny.
Setiap manusia adalah unik. Tidak ada dua manusia yang identik, sekalipun mereka saudara kembar.
Setiap manusia mempunyai dunianya masing-masing. Dunia di dalam kepalanya. Dunia yang merupakan "terjemahan" dari bumi yang kita diami ini.
Dalam kepala seorang Marta terdapat sebuah dunia. Dunia Marta. Di dalam kepala Roy, hmm.. ada sebuah dunia yang lain. Dunia Roy.
Marta dan Roy saling suka. Mereka saling cinta. Mereka berjanji untuk bersatu.
Lalu, apakah dua dunia yang ada dalam diri mereka masing-masing lantas melebur jadi satu dunia?
Kalau saya jadi Roy, saya pingin punya "common world" untuk kami berdua, di mana kami bisa menikmati kebersamaan. Tapi saya pingin dunia saya tetap ada, karena itu alasan kenapa saya ada. Saya lantas bisa mengajak Marta berpetualang ke dunia saya, kalau dia mau. Dan saya juga pingin dunia Marta tetap ada, karena itu alasan kenapa dia ada. Juga pasti menarik untuk kadang-kadang mampir ke dunianya, walau mungkin aneh or whatever.