…Ngopi dulu yuk…

Berpaling sejenak dari hiruk pikuk aktivitas rutin Anda… Atau melewati sore dan malam yang dingin dengan secangkir kopi hangat di tangan, sembari menikmati tulisan-tulisan berikut.. Kita akan menyelam bersama-sama.. membuang pikiran penat di dasar danau.. lalu muncul lagi ke permukaan dengan keadaan yang segar..

Archive for August 8th, 2008


…Kesombongan karena Belajar…

Waktu pertama kali saya dikenalkan kepada metode pengelompokan kepribadian (MBTI, Personality Plus), saya merasa sangat excited dengan pengetahuan baru ini. Pengetahuan yang besar manfaatnya untuk lebih mengenal dan mengerti tentang diri sendiri. Juga untuk mengerti tentang kepribadian orang-orang di sekitar kita. Asyik bermain-main menganalisis kepribadian setiap orang yang saya temui. Menerka respons yang akan diberikan terhadap suatu kondisi atau situasi. Mencoba menebak "unspoken language" yang mereka transmit melalui bahasa tubuh. Tidak saya pungkiri, semuanya itu mengasyikkan.
Keasyikan dan ketertarikan saya dengan pengetahuan tentang manusia ini terus saya perdalam dan saya latih. Tapi rupanya ada efek bumerangnya. Pada satu saat, saya sering merasa kesal kalau bertemu dengan orang yang tidak "care" tentang pengelompokan kepribadian-kepribadian ini. Kadang saya menuntut orang lain mengerti "pesan* yang saya transmit dari sikap dan kelakuan saya. Di saat yang sama, saya enggan menyampaikan "pesan" itu secara verbal. Alasan saya: kenapa sih orang ngga "care" tentang hal penting begini? Masa sih gitu aja ngga ngerti?
Perkara orang lain mau care atau tidak care, itu bukan urusan saya. Dan bukan hak saya juga untuk menuntut orang lain care. Dalam taraf tertentu, ini yang disebut kesombongan. I have done that, so you should have done that too. WRONG!
Mau mengerti adanya perbedaan personality tetap akan memberikan manfaat dalam kehidupan sosial. Tapi pengetahuan itu bukanlah "substitute" dari komunikasi. Mengharapkan orang lain mengerti apa yang ada di dalam kepala kita tanpa kita mengatakannya. That’s crazy! Akan lebih baik jika pengetahuan ini dilengkapi juga dengan kemampuan untuk menyampaikan pesan secara verbal dengan benar.