…Ngopi dulu yuk…

Berpaling sejenak dari hiruk pikuk aktivitas rutin Anda… Atau melewati sore dan malam yang dingin dengan secangkir kopi hangat di tangan, sembari menikmati tulisan-tulisan berikut.. Kita akan menyelam bersama-sama.. membuang pikiran penat di dasar danau.. lalu muncul lagi ke permukaan dengan keadaan yang segar..

Archive for September 26th, 2008


…Cermin…

Menjomblo untuk sekian lama membuat saya rajin nge-blog. Well :-) Sementara Anda sibuk berpikir apakah itu sebuah ungkapan kebanggaan atau cemooh terhadap diri sendiri. izinkan saya untuk melanjutkan menulis.

Dalam kaitannya dengan kejombloan dan pencarian janda muda kaya lagi bahenol, saya mendapatkan beberapa pencerahan menarik. Saya coba bagikan saja di sini.

Pandang Memandang

Pandangan saya terhadap diri saya sendiri ternyata mempengaruhi cara orang lain memandang diri saya. Kita semua adalah ciptaan Tuhan. Saya adalah ciptaan yang unik. Anda juga unik. Semua orang lain juga adalah unik. Dan bukan cuma unik, tapi juga merupakan sebuah masterpiece. Tuhan itu lebih hebat dari pematung kelas dunia seperti Michaelangelo. Dia sendiri yang mengukir diri kita sewaktu kita ada di dalam kandungan ibu kita. Dan ukirannya tidak pernah salah. Mungkin kita berpikir kenapa telinga ini terlalu besar, atau badan kurang tinggi. Saya pingin punya mata seperti Brad Pitt. Well, stop doing that! Ingat lagi bahwa Anda adalah sebuah masterpiece dari Tuhan. Itu titik awal di mana kita akan memandang diri kita dengan pandangan yang sehat. Be happy with who you are.

Ketika Anda mulai melakukan ini, maka Anda akan melihat pandangan orang lain terhadap diri Anda juga mulai berubah. Well, seandainya itu tidak terjadi, anggap saja kesalahan ada dalam diri mereka.

Selain itu, bukan cuma pandangan saya terhadap diri sendiri yang berubah, tapi juga pandangan saya terhadap diri orang lain. Saya jadi bisa lebih menerima perbedaan. Menerima orang lain apa adanya. Tidak menuntut orang lain untuk jadi seseorang yang lain.

Sama seperti Anda tidak harus suka dengan setiap orang, demikian juga tidak mesti semua orang suka dengan diri Anda. Resep yang paling manjur untuk membuat hidup jadi kacau adalah berusaha membuat orang lain suka dengan Anda. Kenapa? Karena dalam kebanyakan waktu Anda akan berusaha menjadi orang lain. Untuk apa? Untuk membuat orang itu senang. Untuk apa? Dengan harapan akhirnya orang itu akan menyenangi Anda. Mungkin ujung-ujungnya berhasil, tapi sebarapa lama situasi itu bisa bertahan?

Maaf kalau saya kedengaran terlalu bersemangat, soalnya ini pengalaman pribadi :-)

Tuhan Tidak Pernah Mengirimkan Orang Yang Salah

Sering kali saya berdoa: Tuhan kirimkanlah seseorang yang akan jadi pasangan hidup saya. Perkaranya, Tuhan bukannya mengabulkan keinginan itu, tapi Dia malahan mengirimkan sekumpulan calon. Seabrek-abrek! Dan kebanyakan dari mereka adalah orang yang salah. Well, tunggu dulu. Apa yang terjadi di sini? Tuhan tidak pernah salah dalam merancang sesuatu! Tuhan tidak pernah salah kirim orang ke dalam kehidupan kita. Setiap mereka yang berada di sekitar kita adalah perpanjangan tangan dari Tuhan. Mereka membawa sebuah pesan untuk kehidupan saya. Mereka mengajarkan saya sesuatu. Dan sesuatu itu mungkin demikian pentingnya sehingga Tuhan menunda untuk mengangkat saya dari kilau gemerlapnya dunia jomblo. *ceguk*

Sekarang yang ada dalam pikiran saya, saya mau jalani aja semua pelajaran-pelajaran ini. Toh kalau naik kelas terus juga nanti ujung-ujungnya lulus dan diwisuda. :-)

Pondasi Gedung Pencakar Langit

Sebagai seorang awam, saya rasa wajar dong ya kalau kita berpikiran bahwa untuk sebuah gedung pencakar langit bakal diperlukan pondasi yang lebih dalam dan kokoh. Mungkin ilustrasi ini bisa menghibur terutama di saat Anda sedang merasa patah hati. Merasa ada luka yang dalam yang belum sembuh juga. Mungkin Anda menunggu seseorang datang ke dalam kehidupan Anda untuk menyembuhkannya.

Saran saya, jangan tunggu sampai ada orang datang. Mulai isi dan penuhi lubang pondasi di dalam hati Anda itu dengan material pondasi yang paling kuat. Itulah cinta dari Tuhan. Jangan biarkan lubang itu kosong, karena tanpa ada pondasi, Tuhan tidak bisa membangun gedung tinggi itu. Mungkin orang lain tidak peduli, tapi Tuhan selalu peduli. Hanya saja, Dia perlu gerakan dari diri kita untuk bisa mulai membangun konstruksi itu.

Belajar untuk Menuangkan Musik

Tidak ada seorang musisi pun yang bisa main alat musik sejak mulai “prott” keluar dari kandungan ibunya. Mereka mesti belajar, baik teori maupun praktek. Melodi, tangga nada, harmoni, chords, scale, semua perlu dikuasai. Tapi coba kita perhatikan, pemusik-pemusik yang pada ujungnya dikagumi oleh orang banyak adalah mereka yang bisa mencipta. Jadi bukan sekedar membunyikan nada pada alat musik mereka. Oya, btw, yang saya maksud mencipta di sini bukan sebatas pada mencipta lagu. Tapi lebih ke kemampuan untuk menuangkan diri mereka ke dalam lagu yang mereka mainkan. Mungkin lagu yang mereka bawakan adalah ciptaan orang lain, tapi sering kita bisa rasakan musik mana yang indah dan musik mana yang datar-datar saja. Pada musik yang indah biasanya kita bisa merasakan emosi atau aktualisasi diri dari pemusiknya.

Untuk hubungan antar manusia, agak mirip begitu juga bukan? Ada banyak buku-buku tips dan trik untuk berhasil dalam sebuah relationship. Banyak juga teori yang membahas macam-macam kepribadian manusia. Dan banyak juga artikel-artikel tips bagaimana untuk memikat lawan jenis. Atau nasehat dan arahan dari orang tua, paman, bibi, kakak, teman, atau Pak Pendeta. Tapi pada ujung-ujungnya, tetap kita mesti seolah lupakan semua teori musik itu, and do the jam session. Well, mungkin tepatnya bukan melupakan, tapi menuangkan. Blend yourself into the music!

Cermin

Seperti judul di atas, tulisan ini adalah cermin buat saya. Maksudnya saya sedang melihat ke dalam diri saya sendiri. Tapi saya tidak akan terkejut kalau Anda bisa melihat pantulan diri Anda juga di cermin ini. Mungkin tidak sama persis seperti pantulan atau bayangan yang saya lihat, tapi tetap ada pantulan di sana. Well, itulah indahnya kebersamaan. Mari kita rayakan kebersamaan ini. Tapi jangan ajak saya buat bikin jomblo club :-) Ogah dong!

Ora et Labora

Berdoa dan berusaha. Kedengarannya sederhana. Ya memang sederhana. So, just do it.

…Just as Simple as It is…

To be Happy

To be happy is simply a choice. It is not a product nor an effect caused by any circumstances. To begin feeling happy, simply acknowledge the things you have today. Things which are with you or within you eventhough they don’t look so special for you for the time being. More importantly, give thanks to God who provides you those things. That’s the simple start. The next simple step is to look for ways how you can start sharing them with other people. Soon you will recognize the good feeling flowing as if there was a river flowing through your heart. A river does not contain the waters only for herself.  She must receive the water from a source and flow it to the sea. That’s how she maintains the waters to be always fresh. Also similar principle applies to happiness. Receive the blessings from God and flow them to others. Keep that river flowing and you will see your life flourishes. So… It is that simple!

The same simple principle applies to love. Then you know how…….

To Live in a Life which is full of Love