…Selesaikan Sampai Seratus Persen Selesai…
Dua tahun yang lalu saya menonton konser gitar klasik di Jakarta. Saya ingat waktu itu saya terkagum oleh permainan gitar Ana. Di satu sisi beliau dianugerahi kecantikan di penampilan luarnya, dan saya tidak pungkiri itu saja sudah membuatnya menjadi seorang yang menarik. Di sisi lain, kemampuannya memainkan gitar klasik telah mengangkat namanya naik ke jajaran master gitar dunia.
Ada satu hal yang Ana katakan yang masih saya ingat sampai sekarang. Waktu itu adalah sesi tanya jawab dengan para pengunjung. Menanggapi satu pertanyaan dari hadirin, Ana mengatakan bahwa penting untuk menunjukkan confidence di saat memberikan intro. Maksudnya, petikan senar perlu dibuat tegas. Tujuannya adalah untuk membangun connection sewaktu membawa pendengar masuk ke dalam lagu. Tapi yang tidak kalah pentingnya adalah mengakhiri sebuah lagu. Pada intinya, lagu yang sudah dimainkan bisa rusak jika sang pemusik tidak baik dalam memainkan ending. Atau bisa jadi karena ending yang kurang bagus, kesan yang ditangkap oleh pendengar tentang lagu itu menjadi kurang greget.
Saya pikir prinsip yang sederhana ini bukan hanya saja berlaku dalam penyajian sebuah lagu. Di dalam kehidupan sehari-hari, penting bagi kita untuk menyelesaikan setiap pekerjaan yang kita mulai. Banyak kali orang bersemangat dalam memulai sesuatu, tapi mereka tidak pernah menyelesaikan apa yang telah mereka mulai. Robb Thompson dalam bukunya Passport to Promotion juga menyebutkan hal ini.
Dengan berusaha menyelesaikan setiap pekerjaan, kita melatih diri kita untuk bertanggung jawab. Dan sedikit demi sedikit kebiasaan ini akan membangun karakter diri yang kuat dan siap untuk melakukan hal-hal yang besar.
Seandainya Anda tertarik untuk memulai langkah kecil dan berlatih menerapkan prinsip ini, bisa Anda mulai terapkan pada hal-hal yang sederhana. Sebagai contoh, katakan ketika kita berlatih di gym dan menggunakan mesin lari. Set sebuah target, katakan 30 menit, lalu berlari dan jangan berhenti sampai 30 menit itu sudah terlalui. Memang tidak mudah. Kadang di tengah jalan kita tergoda untuk berhenti. Bukan karena lelah, tapi karena enggan untuk menyelesaikan. Itulah saatnya Anda mengatakan: No! Saya tidak mau berhenti sebelum saya mencapai seratus persen. Itu salah satu contoh saja. Masih banyak hal dalam kehidupan sehari-hari yang bisa dipakai untuk berlatih menerapkan prinsip ini.
Saya percaya setiap hal besar tersusun oleh hal-hal yang lebih kecil. Demikian juga kesuksesan yang lebih besar ditentukan oleh keberhasilan kita untuk mengerjakan hal-hal yang lebih kecil.
Kembali ke Ana sang maestro gitar kita. Saya berterima kasih beliau sudah melontarkan sebuah pernyataan yang mungkin buat beliau adalah sebuah pernyataan biasa. Tapi buat saya itu adalah sebuah pencerahan.
