…Survival Mode - Growing Mode…
Keinginan dan Keperluan. Keduanya adalah tenaga penggerak yang membuat seseorang melakukan suatu tindakan. Tidak jarang salah satunya harus dikorbankan karena yang lainnya lebih dirasa penting. Seringnya yang menjadi korban adalah Keinginan.
Pada dasarnya keduanya akan selalu ada di dalam diri seseorang. Keperluan berkaitan dengan security dan survival. Kenapa seseorang perlu bekerja, misalnya, adalah karena dia perlu memenuhi kebutuhan primernya untuk dapat bertahan hidup. Di sini digunakan asumsi bahwa yang bersangkutan bukanlah seorang yang kelebihan harta sehingga tidak perlu khawatir karena dia tidak akan pernah kelaparan. Keinginan berkaitan dengan kepuasan. Sebagai contoh, kenapa seseorang memilih karir sebagai engineer, adalah karena dia merasakan kepuasan ketika melakukan analisis ilmiah dan kemudian menghasilkan solusi yang bermanfaat. Kepuasan ini mendukung dan memacu growth.
Yang menjadi masalah adalah ketika seorang dihadapkan kepada pilihan yang memuat pertentangan antara keinginan dan keperluan. Membiarkan keperluan yang mendominasi dalam setiap pengambilan pilihan bisa membuat seseorang terjebak di dalam “survival mode”. Ini akan menghambat growth, yang mengakibatkan seseorang tidak pernah mencapai potensi yang sebenarnya dimilikinya. Memang betul bahwa manusia tidak pernah akan terlepas dari yang namanya keperluan. Tetapi jarang terjadi kejadian bahwa keadaan berubah dengan sendirinya ke “growing mode”. Pilihan perlu dibuat.
Sekarang yang menjadi pertanyaan, keinginan yang bagaimana yang mendukung “growing mode”. Tentunya bukan sembarang keinginan, melainkan keinginan yang selaras dengan prinsip yang dipegang oleh seseorang. Prinsip adalah seumpama rambu-rambu yang mengarahkan seseorang di dalam setiap pengambilan pilihan dalam hidupnya. Prinsip bisa jadi diadopsi dari ajaran agama, didikan orang tua dan lingkungan, ataupun hasil pengolahan pikiran yang telah dilewati seseorang terhadap apa yang dipercayainya. Keinginan yang prinsipil inilah yang akan memacu growth seseorang. Sebagai contoh, seseorang yang menganut prinsip bahwa hidup adalah pengabdian kepada sesama manusia kemudian memilih untuk menjadi seorang dokter, karena dia menyukai ilmu kedokteran sekaligus menikmati kepuasan ketika bisa mengobati orang yang sakit dan mengembalikan kebahagiaan orang tersebut.
Memang tidak selalu mudah untuk menemukan keinginan-keinginan yang sifatnya mendukung growth ini. Seringnya memang lebih mudah untuk tetap berada di dalam “survival mode” karena yang perlu dilakukan hanyalah bereaksi terhadap keadaan. Tapi seorang yang seperti demikian adalah seseorang yang membiarkan keadaan mengendalikan kehidupannya. Dan bisa dipastikan kehidupan yang dikendalikan oleh keadaan tidak akan berkembang dengan optimal.
Pilihan untuk mengaktifkan “growing mode” memerlukan tindakan dari dalam diri seseorang. Tindakan yang akan mulai dan terus mengarahkan seseorang menuju potensi yang dimilikinya.